Ayah Tiri Aniaya Bayi Hingga Tewas, Polisi Sebut Kejiwaan Tersangka Waras

Wito mengatakan, pemeriksaan terhadap tersangka sempat berlangsung alot, ia selalu berdalih bahwa dia tidak melakukan tindakan penganiayaan

Ayah Tiri Aniaya Bayi Hingga Tewas, Polisi Sebut Kejiwaan Tersangka Waras
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Tersangka Roni Andriawan (36) saat di Polsek Serang Baru Bekasi, Kamis (29/8/2019).Tersangka Roni Andriawan (36) saat di Polsek Serang Baru Bekasi, Kamis (29/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, SERANG BARU- Kepala Polsek Serang Baru, AKP Wito menyebutkan, kondisi kejiwaan Roni Andriawan (36) waras alias sehat. Roni adalah ayah yang tega menganiaya anak tirinya berusia 15 bulan hinga tewas.

Sebelumnya, tersangka sempat berbelit ketika dimintai keterangan oleh petugas.

Wito mengatakan, pemeriksaan terhadap tersangka sempat berlangsung alot, ia selalu berdalih bahwa dia tidak melakukan tindakan penganiayaan. Namun, berdasarkan keterangan saksi dan bukti-bukti, tersangka mulai kehabisan akal berdalih.

"Selama pemeriksaan kita lakukan bahwa kondisi pelaku baik-baik saja, memang pada saat kita melakukan penyelidikan awal berbelit-belit ingin mengelabui bahwa bukan dia pelakunya kemudian dengan kejelian kita, kita temukan bukti-bukti dan saksi-saksi akhirnya tersangka sendiri tidak bisa mengelak dan mengakui perbuatannya," kata Wito.

Sehari-hari tersangka membuka usaha rumah makan bebek rica-rica di rumah kediamannya. Adapun hubungan pernihakahan dengan istri sekaligus ibu kandung korban, Danis Aprilia (36) dilakukan secara siri.

"Berumah tangga antara tersangka dan istri ini menikah siri enam hari sebelum kejadian dan anak ini dibawa ke rumah baru dua hari," jelas dia.

Tersangka melakukan perbuatannya dengan cara melempar korban sebanyak tiga kali hingga membentur dinding pada bagian kepala. Wito menuturkan, motif tersangka ketika itu kesal anak tirinya rewel lantaran sedang sakit.

"Keadaan setelah terbentur lemas dan pingsan masih dalam keadaan hidup, dibawa ke klinik terdekat, setelah dibawa ke klinik disampaikan bahwa akan diarahkan ke rumah sakit karena ini kondisinya parah, sehingga dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia," imbuhnya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan istri sekaligus ibu kandung korban, Danis Aprilia, suaminya memang selama ini memiliki sifat tempramental. Meski begitu, dia tidak pernah tahu kalau suaminya bersikap kasar atau memukul.

Penjelasan Polisi Soal Broadcast 4 Rampok Keturunan Tionghoa Diamuk Hingga Meninggal

Masa Peminjaman Habis di PSIS Semarang, Bos Persija Jakarta Pastikan Tampung Silvio Escobar

Aniaya Bayi Hingga Tewas, Ayah Tiri di Bekasi Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

"Ya kalau marah-marah sering teriak-teriakan mulu, mukul enggak cuma sering marah-marah aja," ungkapnya.

Dia menikah dengan sang suami secara siri sejak, 20 Agustus 2019. Janda beranak satu ini kenal melalui aplikasi cari jodoh selama empat hari dan mantap menerika pinangan Roni.

"Di aplikasi tantan, cari jodoh, kenal 4 hari langsung nikah siri. Saya enggak tahu sama sekali dia cuma bilang istrinya meninggal di Jogja," kata Danis.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved