Penjelasan Polisi Soal Broadcast 4 Rampok Keturunan Tionghoa Diamuk Hingga Meninggal

Broadcast empat pelaku yang diamankan warga di Pasar Jatinegara pada Selasa (27/8/2019) dalam keadaan bugil lalu diamuk sengaja disebar kelompok

Penjelasan Polisi Soal Broadcast 4 Rampok Keturunan Tionghoa Diamuk Hingga Meninggal
TribunJakarta/Bima Putra
Kapolsek Pulogadung Kompol Lindang Lumban saat menunujukkan barang bukti di Jakarta Timur, Kamis (29/8/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Polsek Pulogadung menyatakan broadcast percakapan grup Whatsapp terkait empat pelaku perampokan berketurunan Tionghoa diamuk warga hingga meninggal tak benar alias hoaks.

Broadcast empat pelaku yang diamankan warga di Pasar Jatinegara pada Selasa (27/8/2019) dalam keadaan bugil lalu diamuk sengaja disebar kelompok yang bertujuan memprovokasi.

Kapolsek Pulogadung Kompol Lindang Lumban mengatakan empat pria dalam video tersebut tak meninggal dan merupakan pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).

"Tanggal 27 Agustus, jam 5 pagi pelaku masuk ke Jatinegara Kaum RT 07/RW 07. Saat warga selesai Salat Subuh, melihat pelaku ini mengendarai sepeda motor milik warga. Warga berteriak dan yang lain datang kemudian melumpuhkan 4 tersangka ini," kata Lindang di Mapolsek Pulogadung, Kamis (29/8/2019).

Keempat pelaku yakni Mulyadi, Syarifudin, Mansyur, Yoga memang sempat dilucuti warga karena kedapatan membawa tiga pisau saat beraksi.

Namun Lindang menuturkan keempatnya tak sampai kritis atau meninggal sebagaimana yang beredar di broadcast grup Whatsapp.

"Jadi kami menjelaskan berita yang diviralkan oleh warga. Bahwa itulah kejadian yang sebenarnya. Tersangka itu sudah diikat oleh warga dalam keadaan tak pakai busana," ujarnya.

Komplotan maling motor asal Lampung pun kini sudah mendekam dalam sel tahanan Mapolsek Pulogadung guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Minggu Pertama Kerja, Anggota DPRD DKI Jakarta dari PSI Isi Waktu Luang Blusukan

Masa Peminjaman Habis di PSIS Semarang, Bos Persija Jakarta Pastikan Tampung Silvio Escobar

Anies Baswedan Berencana Bangun Trotoar Multifungsi, Ini Kegunaannya

Lindang mengimbau warga tak langsung percaya ketika mendapat broadcast pesan yang belum pasti, terlebih bila bersifat SARA.

"Tanyakan ke kami kalau belum pasti kabarnya. Jangan percaya berita-berita yang tidak jelas darimana datangnya," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved