Breaking News:

Gubernur Anies Sebut Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan Timur Tidak Pengaruhi Pendapatan Daerah

"Perekonomian berpusat di sini, kontribusi Jakarta pada GDP kita itu 17-18 persen GDP nasional itu kontribusi dari Jakarta," ucapnya.

TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Gubernur Anies Baswedan saat berada di Halte MRT Istora Senayan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (26/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan pemindahan ibu kota tidak akan berdampak pada pendatangan daerah secara signifikan.

Pasalnya, selama ini kontribusi Jakarta terhadap produk domestik bruto (GDP) Indonesia tergolong sangat besar.

"Perekonomian berpusat di sini, kontribusi Jakarta pada GDP kita itu 17-18 persen GDP nasional itu kontribusi dari Jakarta," ucapnya, Kamis (29/8/2019).

Terlebih, Anies mengatakan, gedung-gedung pemerintahan yang akan ditinggal seiring pemindahan ibu kota bisa dijadikan pusat-pusat perkantoran atau bisnis baru demi memajukan perekonomian Jakarta.

"Artinya, kegiatan-kegiatan perekonomian muncul akibat terbukanya lahan-lahan baru," ujarnya.

Hentikan Bantuan Kepada Pencari Suaka, Gubernur Anies Bantah Kekurangan Dana

"Karena kalau jadi komersial artinya ada kegiatan pembangunan dan itu menyerap tenaga kerja, ada kegiatan usaha itu juga menyerap tenaga kerja," tambahnya menjelaskan.

Ia pun optimis, kedepannya Jakarta akan tetap menjadi pusat perekonomian di Indonesia.

"Jadi secara natural, memang Jakarta sudah menjadi ibu kota ekonomi Indonesia," kata Anies.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan lokasi pemindahan ibu kota baru di kawasan Kalimantan Timur.

Pengumuman ini disampaikan Jokowi di Istana Mereka, Gambir, Jakarta Pusat siang tadi, Senin (26/8/2019).

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved