Breaking News:

Dinas Lingkungan Hidup Tidak Temukan Pencemaran Air di Sekitar Pondok Pesantren Nurul Hikmah

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang didampingi oleh Satpol PP, UPT Puskesmas, dan unsur Desa Pangadegan untuk mengambil sampel.

TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang yang mengambil sampel air di dekat Pondok Pesantren Nurul Hikmah, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Jumat (30/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR KEMIS - Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup telah mengecek kondisi air di sekitar Pondok Pesantren Nurul Hikmah, Tangerang.

Kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik menjelaskan untuk sementara pihaknya tidak menemukan adanya tanda-tanda pencemaran limbah pada air.

"Setelah dilaksanakan pengecekan tidak ditemukan pembakaran sampah dan limbah berbahaya lainnya dan terus akan didalami dan pengecekan lebih lanjut sumbernya," jelas Ahmad kepada TribunJakarta.com, Jumat (30/8/2019).

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang didampingi oleh Satpol PP, UPT Puskesmas, dan unsur Desa Pangadegan untuk mengambil sampel.

Menurut Ahmad, jajarannya beserta instansi lain mengitari air yang berada 500 meter di sekitar pabrik yang diduga membuat pusing hingga pingsan 14 santri di Kabupaten Tangerang.

"Sudah dilaksanakan pengecekan ke dua tempat lokasi penimbunan limbah plastik yang jaraknya kurang lebih 500 meter dari Pondok Pesantren Nurul Hikmah yang santrinya kena dampak polusi," ungkap Ahmad.

Sebelumnya, 14 santri dari Pondok Pesantren Nurul Hikmah tiba-tiba saja pingsan, lemas, muntah-muntah, hingga sesak nafas diduga menghirup aroma tidak sedap dari limbah pabrik yang tidak jauh dari ponpes itu.

1.000 Lebih Pengendara Terjaring Operasi Patuh Jaya Selama 2 Hari di Depok

Selain Sakit Hati Diusir, Unggahan di Facebook Jadi Alasan Acun Tega Bunuh Istrinya

William PSI Kritik Anies Soal Rencana Pembangunan Trotoar Multifungsi: Nanti Kami Panggil

Kejadian berlangsung pukul 19.00 WIB hari Rabu (28/8/2019) saat puluhan santri sedang mengaji usai menjalankan Salat Maghrib.

Wakapolresta Tangerang, AKBP Komarudin menjelaskan semua santri yang sakit langsung dilarikan ke Puskemsas terdekat karena tidak bisa tertangani di ponpes.

"Dilarikan ke puskesmas untuk dapat tindakan lebih lanjut. Indikasi sementara itu mereka alami sesak nafas yang kemudian diambil langkah-langkah tindak lanjut kita cari informasinya, telusuri penyebab dari sesak nafas itu," jelas Komarudin di Pondok Pesantren Nurul Hikmah, Kabupaten Tangerang, Kamis (29/8/2019).

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved