Breaking News:

Petugas Kebersihan Mulai Bersihkan Lautan Sampah di Kampung Bengek Muara Baru

sebanyak 66 meter kubik sampah berhasil diangkut dari lahan permukiman yang dimiliki PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II tersebut

TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Permukiman Kampung Bengek di kawasan RW 17 Muara Baru, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (2/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Petugas kebersihan berupaya membersihkan sampah yang menghampar di permukiman Kampung Bengek, RW 17 Muara Baru, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Pembersihan yang dilakukan sejak Sabtu (30/8/2019) lalu telah berjalan dua hari lebih hingga sore ini.

Hasilnya, sebanyak 66 meter kubik sampah berhasil diangkut dari lahan permukiman yang dimiliki PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II tersebut.

"Hari Sabtu 36 meter kubik, hari Minggu 30 meter kubik, hari ini belum," kata Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara, Slamet Riyadi, Senin (2/9/2019).

Pembersihan ini merupakan tindak lanjut atas pemberitaan yang mencuat terkait lautan sampah di Kampung Bengek.

Setelahnya, puluhan personel dari Sudin LH Jakarta Utara, petugas PPSU Kelurahan Penjaringan, dan petugas UPK Badan Air dikerahkan untuk membersihkan sampah.

"Personel yang kita turunkan kurang lebih antara 75 sampai 100 personel, jadi kita turunkan semua," kata Slamet.

Empat WNA yang Ikut Demonstrasi di Sorong Papua Dideportasi

Tuntut Kejelasan Status, Ratusan Pencari Suaka Ancam Bertahan di Kalideres

Slamet menuturkan rencana pembersihan di lahan seluas 1 hektar yang dipenuhi sampah di Kampung Bengek akan selesai hingga Rabu (4/9/2019) ini.

Selama itu pula dua unit truk sampah dikerahkan untuk mengangkut sampah dari Kampung Bengek guna dibawa ke TPST Bantargebang, Bekasi.

Lautan sampah itu, ditambahkan Slamet, berasal dari warga sekitar yang memang sengaja membuang sampah di sana.

Terutama ketika di sana tak sedikit pemulung yang melaksanakan aktivitas pemilahan sampah.

"Ini adalah mungkin sampah, ya sampah dari aktivitas warga, bisa lihat sendiri di sini ada beberapa lapak pemulung, itu adalah sisa dari para pemulung yang membersihkan dari lapaknya sehingga yang bisa dijual mereka jual, lalu sisanya mereka tumpuk saja," kata Slamet.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved