Di Usia Senja, Rosyid Masih Semangat Jualan Buah Hingga Malam Hari
Sejak pukul 15.00 WIB hingga 21.00 WIB, ia berjualan pisang yang dibelinya dari Pasar Pondok Labu.
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas
TRIBUNJAKARTA.COM, CILANDAK - Usia senja tak mematahkan semangat Rosyid untuk bekerja.
Kakek yang mengaku berusia hampir se-abad itu, tampak duduk di pinggir jalan.
Ia duduk ditemani gerobak kayu berisi tumpukan pisang Uli, pisang Raja hingga pisang Lampung yang tampak kelewat matang.
Terlihat kulit beberapa sisir pisang yang dijualnya telah menghitam.
Saat ada yang membeli, gerakan tangannya perlahan mengeluarkan plastik putih.
Kedua tangannya memasukkan satu sisir pisang ke dalam plastik itu.
"Usia saya 99 tahun, di KTP saya lahir tahun 1920. Yah masih kuat saya jualan buah," bebernya kepada TribunJakarta.com pada Selasa (3/9/2019).
Mobil maupun motor lalu lalang melintas di hadapannya.
Di atas pancaran sinar lampu kota, Rosyid menatap jalan raya sembari melihat pengendara yang melintas.
Sejak pukul 15.00 WIB hingga 21.00 WIB, ia berjualan pisang yang dibelinya dari Pasar Pondok Labu.
Ia kerapkali berjualan di pinggir jalan RS Fatmawati Raya.
"Saya biasanya belanja buah pisang setiap Senin. Tiga hari jualan, setelah itu ketemu Senin beli buah lagi," lanjutnya.
Satu sisir pisang, ia jual seharga Rp 25 ribu.
Namun, penghasilannya yang didapat dari berjualan pisang ini tak pernah menentu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/pedagang-pisang-rosyid-masih-kuat-berjualan-pada-selasa-392019.jpg)