Di Usia Senja, Rosyid Masih Semangat Jualan Buah Hingga Malam Hari
Sejak pukul 15.00 WIB hingga 21.00 WIB, ia berjualan pisang yang dibelinya dari Pasar Pondok Labu.
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Muhammad Zulfikar
"Ya pasti ada aja yang beli sekali jualan ini. Tapi enggak tahu pasti," terangnya.
• 4 Jenazah Korban Kecelakaan Cipularang Tiba di RS Polri Kramat Jati
• Melihat Indekos Sleep Box yang Disegel Satpol PP, Harganya Terjangkau Namun Dinilai Tak Layak Huni
• ABG Belasan Tahun Ini Telah Berkali-kali Lakukan Pencurian Motor di Pamulang
Bosan di Rumah
Sejak tahun 1960, Rosyid muda sudah berdagang di beberapa daerah di Ibu Kota.
Misalnya, Ia pernah berjualan daun pepaya di Tanah Abang.
Dua belas anaknya pun kini telah memiliki keluarga sendiri yang telah terpisah jauh.
"Saya punya anak 12, tapi tinggalnya jauh semua. Ada yang di Ciseeng, Parung, ada yang di Pangkalan Jati. Nyebar jauh," ungkapnya.
Saat ini, ia tinggal bersama satu orang anak perempuannya di rumahnya di bilangan Cilandak Barat.
Anaknya pun sempat melarangnya untuk bekerja di usianya itu.
"Saya kalau di rumah tidur terus. Bosan di rumah. Makanya saya kerja, masih bisa dorong gerobak pisang ini," terangnya seraya tersenyum.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/pedagang-pisang-rosyid-masih-kuat-berjualan-pada-selasa-392019.jpg)