Buka IIBF 2019, Anies Berkelakar Minat Baca Masyarakat Tinggi, Tapi Membaca WA

ia berkelakar minat baca masyarakat tinggi, tapi untuk urusan membaca pesan singkat di aplikasi WhatsApp

Buka IIBF 2019, Anies Berkelakar Minat Baca Masyarakat Tinggi, Tapi Membaca WA
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Gubernur Anies Baswedan saat membuka IIBF 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (4/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuka Indonesia International Book Fair (IIBF) 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Anies pun menyambut baik penyelenggaraan IIBF 2019 yang dihelat mulai 4 September hingga 8 September 2019 dan akan diikuti oleh peserta dari dalam dan luar negeri.

Dalam sambutannya, Anies menyinggung masih rendahnya minat baca masyarakat. Bahkan, ia berkelakar minat baca masyarakat tinggi, tapi untuk urusan membaca pesan singkat di aplikasi WhatsApp.

"Alhamdulillah minta baca kita tinggi, tapi minat baca WA. Bangun pagi buka WA, minat baca tinggi kan," ucapnya sambil tertawa, Rabu (4/9/2019).

Ia pun menilai, publik sebenarnya masih memiliki minat baca, hanya saja daya bacanya rencah.

Ia mencontohkan, ketika banyak masyarakat yang memilih menghindari tulisan-tulisan panjang di aplikasi WA.

"WA pun begitu, kalau tulisannya agak panjang pasti di skip. Kemauan kita untuk membaca rendah," ujarnya.

Pencuri Kabel Telkom di Tamansari Merupakan Pekerja Galian Lepas

Diduga Gunakan Hipnotis, Ibu Rumah Tangga Curi Uang Rp 8 Juta dari Pemilik Warung Nasi

Untuk itu, Anies ingin mendorong minat masyarakat dalam membaca secara mendalam.

"Mencerna materi yang serius, panjang, dan membhtuhkan usaha kognitif yang ekstra itu yang menurut saya harus didorong lebih jauh," kata Anies.

"Agar masyarakat kita tidak lagi didorong menjadi scanner, tapi juga menjadi reader," tambahnya.

Salah satu upaya yang akan dilakukan ialah dengan membuka perpustakaan di stasiun-stasiun MRT.

"Nanti masyarakat bisa meminjam buku di stasiun awal, kemudian mengembalikannya di stasiun tujuan. Jadi selama di perjalan mereka bisa membaca," ucapnya.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved