Sebelum Pulang, Istri Aiptu Imran Yasin Sempat Ingin kembali ke Pusara

Kakak Imran, Iwan meminta Pipih tak kembali menuju makam adiknya yang masih basah dan melanjutkan perjalanan pulang

Sebelum Pulang, Istri Aiptu Imran Yasin Sempat Ingin kembali ke Pusara
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Istri almarhum Aiptu Imran Yasin, Pipih di Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (4/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Kepergian Aiptu Imran Yasin (50) yang tewas karena tertabrak truk saat bertugas pada Selasa (3/9/2019) malam membawa duka mendalam bagi sang istri, Pipih.

Pipih yang ikut mengantarkan jasad suami ke tempat peristirahatan terakhir di TPU Malaka I, Kecamatan Duren Sawit tampak belum dapat merelakan suaminya.

Usai berdoa dan hendak meninggalkan pemakaman, langkahnya yang baru sekitar tiga meter dari pusara Imran terhenti dan sempat ingin berbalik badan.

"Ya Allah, kasian bang Imran," kata Pipih saat ingin kembali mendekati pusara suaminya di TPU Malaka I, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (4/9/2019).

Namun pihak keluarga besar Imran yang menahan Pipih agar merelakan suaminya menghadap Tuhan Yang Maha Esa.

Kakak Imran, Iwan meminta Pipih tak kembali menuju makam adiknya yang masih basah dan melanjutkan perjalanan pulang.

"Iya, yang sabar ya," ujar Iwan seraya memeluk Pipih.

Buka IIBF 2019, Anies Berkelakar Minat Baca Masyarakat Tinggi, Tapi Membaca WA

Pencuri Kabel Telkom di Tamansari Merupakan Pekerja Galian Lepas

Iwan menuturkan Pipih merupakan pihak keluarga pertama yang diberi tahu saat Imran jadi korban kecelakaan saat menindak pengendara mobil box.

Dari Pipih pula dia mengetahui adiknya yang tercatat anggota Ditlantas Polda Metro Jaya sudah tak bernyawa dini hari tadi.

"Yang tahu pertama itu kan istrinya pas jam 1 pagi, lalu dia kasih tahu ke ipar-iparnya termasuk saya. Kemudian tiba-tiba pas jam 3 pagi, kok ada yang ketuk-ketuk rumah saya, ternyata polisi," tuturnya.

Menggunakan mobil patroli, Iwan dan keluarga dibawa ke RS Polri Kramat Jati tempat jasad Imran diautopsi agar dapat segera dimakamkan.

Setelah tim dokter forensik RS Polri melakukan pemeriksaan luar, jasad Imran yang diduga tewas karena mengalami pendarahan di bagian dalam tubuh dibawa ke rumah duka.

"Kami semua dijemput pakai mobil patroli. Kata mereka, segan kalau nelpon, jadi lebih baik langsung dijemput saja semua keluarganya," lanjut Iwan.

Selain pihak keluarga, rekan Imran sesama anggota Polri ikut mengikuti proses pemakaman yang berlangsung sekira pukul 13.00 WIB hingga 14.30 WIB.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved