Anak BJ Habibie: Tim Dokter Cukup Bagus, Kenapa Harus ke Jerman?

Anak bungsu BJ Habibie, Thareq Kemal Habibie mengatakan Ayahnya tidak akan dirawat di Jerman.

Tribunnews/Jeprima
Presiden Republik Indonesia ke-3, BJ Habibie saat menghadiri launching single untuk soundtrack film Rudy Habibie yang berjudul Mencari Cinta Sejati di kantor MD Place, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (20/5/2016). Film Rudy Habibie menceritakan masa mudanya Habibie 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, SENEN - Anak bungsu BJ Habibie, Thareq Kemal Habibie mengatakan Ayahnya tidak akan dirawat di Jerman.

Sebab, lanjutnya, kinerja tim dokter yang menangani BJ Habibie cukup bagus.

"Tim dokter sini cukup bagus. Kenapa harus dibawa ke Jerman?" ucap Thareq, sapannya, saat memberi keterangan dalam konferensi pers, di area RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Selasa (10/9/2019).

Lagi pula, sambungnya, BJ Habibie yang kini usianya 83 tahun akan lebih berbahaya jika dibawa terbang dengan pesawat ke Jerman.

"Lagi pula sebagai orang tua yang sakit, kalau dibawa jauh terbang ke Jerman dalam keadaan begini, lebih bahaya," tuturnya.

BJ Habibie Selalu Bersemangat

Thareq menambahkan, BJ Habibie kerap menerima tamu saat dirinya sedang berada di rumah.

Kata Thareq, para tamu tersebut merupakan orang-orang penting yang meminta pendapat dari BJ Habibie.

Mulai dari pembahasan teknologi, politik, dan hal lainnya.

"Bapak itu senang menerima tamu, banyak orang yang minta pendapat. Karena beliau paling mengerti teknologi, menteri-menteri, wapres, presiden, pernah datang," bebernya.

"Banyak orang politik pinter datang, banyak sahabat datang dan minta pendapat. Bapak dengan senang hati," imbuhnya.

Kesal Hoaks Kabar Duka BJ Habibie, Anak Bungsu: Saya yang Akan Selalu Kasih Berita

Berdalih Tidak Tahu, Warga Jakarta Dominasi Pelanggar Ganjil Genap

Dari situlah, kata Thareq, BJ Habibie keasyikan memberi opini dan memutar otak hingga lupa dengan kesehatan badannya.

"Kelemahan bapak itu, lupa kalau otak masih jalan tapi badan sudah tidak mengikuti lagi. Akhirnya awal-awal dari penderitaannya, ya, itu. Memang harus dibatasi siapa yang menjenguk," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved