Kebijakan Ganjil Genap

Pelanggar Ganjil Genap di Simpang Tomang Cukup Mendominasi di Wilayah Jakarta Barat

Kasat Lantas Jakarta Baarat, Kompol Hari Admoko membenarkan bahwa pelanggaran tertinggi untuk Jakarta Barat terjadi di Simpang Tomang

Pelanggar Ganjil Genap di Simpang Tomang Cukup Mendominasi di Wilayah Jakarta Barat
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Polisi bersama Dishub memantau kendaraan yang melanggar ganjil genap di Simpang Tomang, Jakarta Barat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, GROGOL PETAMBURAN - Sampai hari kedua perluasan ganjil genap, jumlah pelanggar di Jakarta Barat cukup tinggi.

Hingga pagi tadi terhitung sudah 442 kendaraan yang ditilang lantaran melanggar kebijakan baru ini.

Pantauan wartawan TribunJakarta.com di simpang Tomang, Grogol Petamburan, banyak kendaraan yang baru keluar dari tol arah Tangerang dan yang berbelok dari arah Grogol ditilang karena melanggar ganjil genap.

Sedangkan untuk kendaraan dari arah Slipi menuju Tomang tak terlihat ada yang melanggar lantaran di ruas jalan itu memang sudah terkena perluasan ganjil genap mulai Tahun 2018.

Kasat Lantas Jakarta Baarat, Kompol Hari Admoko membenarkan bahwa pelanggaran tertinggi untuk Jakarta Barat terjadi di Simpang Tomang.

Dikatakannya, hal itu lantaran Simpang Tomang merupakan akses utama kendaraan yang menggunakan jalan tol dari Tangerang.

"Sekarang Jakarta Barat ini kan lintasan pintu masuk ke Jakarta dari Tangerang, bisa kemudian dari Banten ya itu saya rasa ikut menyumbang juga," kata Hari di Jalan Tomang Raya, Selasa (10/9/2019).

Puluhan Penyandang Disabilitas Mengecek Fasilitas Stasiun dan Terminal Bus Tanjung Priok

Rawan Terjadi Kebakaran, Personel Terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta Simulasi Bencana

Adapun selain di Jalan Tomang Raya, masih ada beberapa ruas jalan lain yang terkena perluasan ganjil genap di Jakarta Barat  seperti Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk dan Jalan Pintu Besar Selatan.

Hari mengatakan, beberapa pengendara yang ditilang mengaku tak tahu kalau kawasan Tomang terkena perluasan ganjil genap lantaran merasa minimnya rambu peringatan yang dipasang.

Terkait hal itu, ia menyebut akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk menambah pemasangan rambu perluasan ganil genap.

"Jadi soal perambuan itu adalah Dinas Perhubungan tapi kita memberikan masukan juga untuk dimana titik-titik yang kurang dipasang rambu akan ditambah dan akan diperbanyak," kata Hadi.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved