Tetangga Pembuang Bayi di Cisauk: Kita Minta Anak, Dia Malah Dibuang

Mariyani, tak kuasa menahan umpatan seraya mengelus dada ketika melihat langsung jasad bayi yang dibuang di samping rumahnya Perumahan Suradita.

TRIBUN JAKARTA/JAISY RAHMAN TOHIR
Aparat Polsek Cisauk saat olah tempat kejadian perkara kasus pembuangan mayat bayi di perumahan Suradita, Cisauk, Kabupaten Tangerang, Selasa (10/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CISAUK - Mariyani, tak kuasa menahan umpatan seraya mengelus dada ketika melihat langsung jasad bayi yang dibuang di samping rumahnya Perumahan Suradita, Cisauk, Kabupaten Tangerang.

Diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, mayat bayi itu ditemukan pada pagi hari sekira pukul 06.00 WIB, Senin (9/9/2019).

Mariyani dan ibunya, Misliati adalah dua orang saksi utama penemuan bayi itu.

Terlebih saat ditemukan, kondisi tangan dan kakinya putus telepas dari bagian tubuhnya.

Ibu dari bayi itu sudah diketahui dan ditahan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Tangsel.

Ia adalah RF (20) yang tidak lain tetangga dari Mariyani sendiri.

Ditemui di lokasi kejadian, Mariyani mengaku kesal dengan perbuatan tetangganya itu.

Mariyani sudah menikah selama 20 tahun namun baru memiliki satu anak.

Ia sudah lama memimpikan anak ke dua.

"Kita mah minta anak, dia malah dibuang," ukar Mariyani.

"Saya nikah sudah 20 tahun baru punya satu anak, belum ada kakaknya," tambahnya.

Mariyani mengaku mau merawat sang bayi bila tetangganya memintanya.

"Kalau bilang, saya mau itu ngerawatin," ujarnya.

Kaki dan Tangan Mayat Bayi yang Ditemukan di Cisauk, Putus: Diduga Karena Hewan Liar

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved