Fraksi PSI Dorong Transparansi Anggaran Kunker Anggota DPRD DKI Jakarta

PSI akan mendorong adanya transparansi anggaran dalam setiap kunker yang dilalukan oleh anggota DPRD DKI Jakarta.

Fraksi PSI Dorong Transparansi Anggaran Kunker Anggota DPRD DKI Jakarta
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Anggota Fraksi PSI Justin Adrian saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (12/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan mendorong adanya transparansi anggaran dalam setiap kunjungan kerja (kunker) yang dilalukan oleh anggota DPRD DKI Jakarta.

Anggota Fraksi PSI Justin Adrian mengatakan, transparansi anggaran ini penting agar masyarakat dapat mengetahui setiap uang rakyat yang digunakan oleh anggota dewan.

"Kami ingin kunker terbuka, dilakukan lebih efektif, terbuka, dan juga transparan," ucapnya, Kamis (12/9/2019).

"Kunker ke mana, hasilnya apa juga dipublikasikan agar masyarakat bisa menilai kunker ini relevan atau tidak," tambahnya menjelaskan.

Bahkan, Justin menyebut, Fraksi PSI sebenarnya ingin meminta jumlah kunker di DPRD dikurangi lantaran dianggap terlalu banyak dan tidak efektif.

"Kalau kami pikir, setiap minggu kunker kapan waktunya menyelesaikan agenda Jakarta? Itu kekhawatiran kita," ujarnya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Namun, hal tersebut menemui jalan buntu lantaran tidak mendapat dukungan dari fraksi lainnya.

Lapak Pembakaran Arang dan Timah yang Dikeluhkan Warga di Cilincing Ilegal

Revisi UU KPK Justru Dinilai untuk Menguatkan, Bukan Melemahkan KPK

Pasalnya, jenis kunker di DPRD DKI Jakarta sendiri ada empat, yaitu kunker komisi, fraksi, badan anggaran, dan badan pembentukan peraturan daerah (Bapenperda).

"Di sini anggota dewan lain usul kita berangkat hari Kamis, Sabtu sore sudah balik. Jadi tidak masuk kerjanya hanya Jumat," kata Justin.

Bila kunker DPRD dikurangi, Justin menyebut, alokasi dana kunker bisa dimanfaatkan untuk membayar tenaga ahli (TA) bagi setiap anggota dewan.

Ia pun menilai, TA ini sangat penting karena bisa membantu dan meningkatkan kinerja anggota DPRD DKI Jakarta.

"Mungkin anggaran (kunker) bisa dipakai untuk tenaga ahli. Karena TA kita butuh ya, itu krusial," ucapnya.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved