Terdapat 6 Kelas di SD Negeri Pekayon Jaya 3 Bekasi Tak Memiliki Meja Kursi Selama Hampir 2 Tahun
selama hampir dua tahun sejak Desember 2017, proses belajar mengajar siswa dilakukan tanpa fasilitas meja dan kursi yang layak
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Kondisi SD Negeri Pekayon Jaya 3, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi memprihatinkan, selama hampir dua tahun sejak Desember 2017, proses belajar mengajar siswa dilakukan tanpa fasilitas meja dan kursi yang layak.
Agus Herlana (50) wali kelas 6A, mengatakan, disekolah tempatnya mengajar saat ini memiliki sebanyak 12 ruang kelas. Enam diantaranya belum terdapat fasilitas meja kursi sejak gedung sekolah direnovasi dan penambahan ruang kelas.
"Jadi dulu itu kita cuma punya enam ruang kelas, terus direnovasi ada penambahan 6 kelas bari Desember 2017 itu udah resmi bisa digunakan ruang kelas barunya," kata Agus kepada TribunJakarta.com, Jumat (13/9/2019).
Dia menambahkan, ketika ditempati ruang kelas baru itu tidak disertakan dengan fasilitas meja kursi. Hanya ada papan tulis yang bisa dumanfaatkan untuk penunjang proses belajar mengajar.
"Karena sudah jadi bangunan barunya ya kita terpaksa memanfaatkan yang ada, karena kita enggak ada ruang kelas lagi," jelas dia.
Sementara untuk ruang kelas lain, pihak sekolah masih memanfaatkan fasilitas meja kursi lama. Penambahan ruang kelas otomatis tidak mencukupi meubler yang ada sehingga enam kelas kosong melompong.
"Gedung baru dua lantai, dulu cuma ada satu lantai kita bagi dua shift, sekarang pas udah ada gedung baru kita satu shift pagi aja cuma gitu enggak ada meja kursinya," ucap Agus.
• 150 Lubang Biopori akan Dibuat di Ciracas
• Begini Kondisi Rumah Alexander Marwata di Tangerang Selatan
Menurut pihak sekolah, kondisi ini sudah diketahui wali murid, tidak sedikit dari mereka yang merasa kecewa lantaran anaknya harus belajar di atas lantai tanpa alas. Bahkan, agar memudahkan proses belajar mengajar, sekolah menyarankan agar siswa membawa meja belajar sendiri dari rumah.
"Yang tidak ada meja kursi itu 6a, 6b, 5b, 2a, 2b, dan 1b, jadi memang kita sarankan bawa meja belajar yang lipat, setiap mau mulai belajar mereka buka sendiri supaya tidak terlalu menunduk saat menulis," terangnya.
Meja lipat milik siswa ini nantinya disimpan di dalam kelas, beberapa dari mereka memilih untuk tidak repot-repot dibawa pulang. Namun tidak sedikit juga siswa yang memilih membawa setiap hari meja belajarnya ke sekolah.
Meski sudah disarankan membawa meja sendiri, beberapa siswa kata Agus ada yang tidak membawa. Alasannya, mereka tidak memiliki uang untuk membeli meja untuk keperluan proses belajar mengajar yang seharusnya disediakan di sekolah.
"Karena tidak semua membawa meja, ada yang membungkuk, ada yang mampu beli bawa (meja) yang nggak mampu nggak dibawa," ungkap Agus.