Kisah Emanuel Selviano, Anak Pedagang Salome yang Sukses Diterima Jadi Taruna Akademi Militer
Tekad gigih Emanuel Selviano berhasil mengantarkannya pada cita-cita impiannya masuk Akmil.
"Papa itu kepengin kamu jangan sampai terlalu tinggi cita-citanya," ujar Nicholas lagi.
Dalam benak Ivan sebenarnya tidak ada bayang cita-cita menjadi seorang Tentara Nasional Indonesia.
Berhubung dirinya melihat orang-orang sekeliling yang menjadi tentara terlihat gagah tegap, perkasa, maka jadi tertarik, menarik untuk bisa jadi tentara.
Dalam benak pikiran Ivan, bakal susah juga, tidak mungkin bisa menjadi seorang tentara.
"Awalnya sih saya nggak ada kepikiran untuk jadi seorang Taruna itu nggak kepikiran sama sekali," katanya.
Tapi namanya juga usaha, patut dicoba dahulu, berusaha dahulu, jangan sampai berkata sudah bisa kalah atau sudah bisa menang.
Membuktikan sebuah hasil tentu saja diawali dari proses terlebih dahulu, karena itu Ivan pun mencoba, melakukan hal ia yakini bisa dilalui.
"Awalnya itu saya ingin menjadi seorang Sersan atau Bintara, soalnya saya melihat dari orang-orang sekitar saya yang masuk Bintara itu gagah, perkasa, berwibawa," ujar Ivan.
Mendapat kabar informasi pendaftaran masuk tentara, Ivan ingin mencari daftar TNI Angkatan Darat tetapi kenyataannya, pembukan yang baru dibuka itu adalah Akademi Militer.
• Ini Spesifikasi Google Pixel 3a dan Harganya, Ponsel dengan Fitur Electronic Image Stabilization
Tentu dicoba saja, daripada menunggu lowongan di TNI AD belum ada, tidak ada salahnya mendaftar ke Akademi Militer.
"Waktu saya mau mendaftar TNI AD, cuma Akmil ini yang baru buka pertama kali, jadi saya mencoba masuk," kata Ivan.
Rasa ketidak percaya diri dalam Ivan sempat mengental, bisa tembus Akademi Militer dianggap sukar.
Keragu-raguan Ivan masuk Akademi Militer begitu mengental.
Mengingat persaingan masuk ke Akademi Militer tidaklah sedikit, begitu pun ujiannya pun bisa dibilang tidak mudah.
Wawasan pengetahuan dan kekuatan fisik pun diuji betul bila ingin masuk di Akademi Militer.