Putri Ma'ruf Amin Daftarkan Diri ke PDIP Jadi Bacalon Kepala Daerah Tangsel

Siti Nur Azizah, putri dari Wakil Presiden Indonesia terpilih, Ma'ruf Amin, resmi mendaftarkan diri sebagai calon wakil wali kota PDI Perjuangan.

Putri Ma'ruf Amin Daftarkan Diri ke PDIP Jadi Bacalon Kepala Daerah Tangsel
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Putri Wakil Presiden Indonesia Terpilih Ma'ruf Amin, Siti Nur Azizah di kantor dewan pimpinan cabang (DPC) PDIP Tangsel di Serpong Utara, Senin (16/9/2010). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG UTARA - Siti Nur Azizah, putri dari Wakil Presiden Indonesia terpilih, Ma'ruf Amin, resmi mendaftarkan diri sebagai calon wakil wali kota melalui penjaringan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Setelah sebelumnya diwakilkan dalam pengambilan formulir, kali ini, Nur Azizah menyampaikan langsung berkas pendaftaran ke kantor dewan pimpinan cabang (DPC) PDIP Tangsel di bilangan Serpong Utara, Senin (16/9/2010).

Nur Azizah mengatakan, dirinya membutuhkan dukungan dan legitimasi partai secara formal demi pencalonannya.

Pasalnya, Nur Azizah bukan berlatar politikus atau kader partai.

"Kedatangan saya ke sini tentu sebagai bukti kesungguhan saya yang telah membulatkan tekad untuk menjadi bagian dari solusi untuk membangun tangsel yang lebih maju lagi. Konteksnya ikut dalam proses penjaringan bakal calon wali kota," ujar Siti Nur Azizah.

"Mekanismenya saya harus mendaftar memenuhi syarat yang telah ditetapkan partai politik, karena saya sudah membulatkan tekad maka saya mengikuti mekanisme karena saya akan maju dengan legitimasi dari partai salah satunya ini yang saya lakukan," sambungnya.

Lewat Aplikasi Chat, Tiga Pria Sukses Bujuk 4 Wanita dan Lakukan Tindak Asusila di Hotel

Live Streaming Timnas U16 Indonesia Vs Filipina, Berikut Prediksi Pemain dan Jalannya Laga

Jakmania Bantah Serang Bus Persib Bandung di Bogor: Kami Juga Sering Kena Timpuk di Situ

Nur Azizah mengatakan, Ma'ruf Amin, ayahnya sudah memberi dukungan dirinya maju "menunggang banteng."

Sebagai orang tua, Ma'ruf Amin juga kerap memberikan wejangan saat pertemuan keluarga terkait pencalonan Nur Azizah.

"Abah sudah tau, pasti kalau kita pamit sama orang tua kan biasa, pasti orang tua mendukung, yang pasti beliau mendukung," jelasnya.

"Beliau memberikan wejangan kalau setiap pertemuan dengan keluarga beliau memberikan padangan- padangannya apakah itu pandangan di dalam aktivitas politik, pendidikan, aktivitas sosial dan budaya," sambungnya.

Meskipun sudah resmi mendaftar lewat PDIP, Nur Azizah tidak menutup kemungkinan akan tetap mencari dukungan dari partai lain.

"Semua partai lah, semua partai sebagai legitimasi karena untuk membangun Tangsel yang lebih maju tentu harus bersama-sama," ujarnya.

Kandidat Lain

Tak hanya Siti Nur Azizah, putri Wakil Presiden Indonesia terpilih yang mendaftarkan diri dalam penjaringan bakal calon kepala daerah Tangerang Selatan melalui PDI Perjuangan.

Sejumlah tokoh juga telah mendaftarkan diri untuk menjadi kepala daerah Tangerang Selatang melalui PDI Perjuangan.

Sebut saja aktivis antikorupsi Ade Irawan, Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) PP Tangsel M Reza AO, Fahd Pahdepie yang merupakan seorang penulis prosa, hingga Aldrin Ramadian yang merupakan adik dari Wali Kota Tangerang Selatan saat ini, Airin Rachmi Diany.

Melalui juru bicaranya, Sonny Majid, Aldrin ikut mendaftar Penjaringan calon wali kota (Cawalkot) partai berlogo moncong putih itu.

Majid datang ke kantor dewan pimpinan cabang (DPC) PDIP Tangsel, di kawasan Ruko Venice Arcade, Serpong Utara pada Rabu (11/9/2019) mengambil formulir pendaftaran buat Aldrin.

Hal itu tentu menjadi pertanyaan masyarakat. Pasalnya, Aldrin adalah adik dari Airin yang notabene adalah Ketua dewan pimpinan daerah (DPD) Golkar Tangsel.

Namun Sonny mengatakan, ada alasan tersendiri mengapa Aldrin memutuskan ikut penjaringan Cawalkot PDIP.

Aldrin memerlukan komunikasi politik secara formal demi menopang pencalonannya.

Berhubung, PDIP yang pertama membuka penjaringan, Aldrin menganggap dirinya perlu mendaftar sebagai upaya komunikasi formal itu.

"Kita berfikirnya begini kang, apa yang sudah dilakukan Aldrin, silaturahmi ke banyak tokoh, masyarakat, tokoh pemuda, akhirnya kan dalam kontestasi politik kan memang harus membuka ruang komunikasi politik. Kan PDIP yang lebih dulu nih membuka pendaftaran, ini kita anggap sudut pandangnya membangun komunikasi politik dengan partai politik secara formal. Karena walau bagaimanapun komunikasi kan harus dibangun," ujar Sonny saat dihubungi awak media, Kamis (12/9/2019).

Meski sudah mengambil formulir Cawalkot lewat PDIP, Aldrin tak menutup kemungkinan ikut penjaringan partai lain, termasuk Golkar, partai pimpinan kakaknya, Airin.

"Ya mungkin saja. Jadi setiap keputusan mendaftar ke partai tertentu, pasti Kang Aldrin rembukan dulu sama timnya. Kalau memang dianggap tidak perlu ya tidak, sejauh ini keputusannya masih ke PDIP," ujarnya.

Ketua DPC Demokrat Tangsel

Sengitnya kontestasi politik Pilkada Tangerang Selatan (Tangsel) 2020 terlihat di penjaringan calon wali kota (cawalkot) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Bagaimana tidak, Demokrat yang seperti air dan api dengan PDIP di kancah perpolitikan nasional, di Tangsel malah Justru sebaliknya.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat Tangsel, Gacho Sunarso, malah ikut penjaringan cawalkot dari partai berlogo moncong putih.

Gacho datang ke sekretariat DPC PDIP Tangsel di bilangan Serpong Utara, untuk mengambil formulir penjaringan. 

Saat ditanya alasannya, Gacho mengatakan pendaftaran dirinya sebagai lobi politik jalur formal untuk memuluskan jalannya menuju kursi eksekutif Tangsel. 

Terlebih, partainya hanya memiliki lima kursi legislatif dan masih kurang enam kursi lagi untuk mencalonkan diri.

"Demokrat cuma lima kursi mana bisa nyalonin. Kan minimal 10, 20% dari jumlah kursi," ujar Gacho selepas mengambil formulir itu, Minggu (15/9/2019).

Gacho mengatakan, Demokrat dan PDIP bisa menjadi koalisi yang kuat pada Pilkada 2020 mendatang. 

"InsyaAllah koalisi yang bagus PDIP Demokrat. Cuma saya mau jadi wali kota atau wakil. Ya kita kan tahu diri juga, cuma lima kursi, butuh dukungan dari partai lain untuk koalisi," ujarnya.

Gacho mengklaim dirinya memiliki wewenang penuh menunjuk dirinya sendiri untuk menjadi calon dari Demokrat. 

"Saya punya hak penuh sebagai ketua partai kan. Di AD/ART kan, tiga kursi saja saya nyalonin dulu, apa lagi sekarang lima," jelasnya.

Ia memaparkan, visinya terhadap Tangsel sama dengan PDIP yang banyak menyasar isu masyarakat kecil atau wong cilik.

"Program Airin yang bagus ya kita teruskan. Kalau yang jelas kalau saya lebih pada ke pro rakyat. Apa lagi PDIP kan partainya wong cilik, wong cilik itu yang harus kita perjuangkan, ya kesranya, sosialnya, pendidikanya, kesehatan," ujarnya. (*)

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved