Operasional Pabrik Dihentikan, Begini Curhat dan Tangis Pengusaha Arang di Cilincing
Pengusaha arang di Jalan Cakung Drain, RW 09 Kelurahan Cilincing masih belum tenang pascaoperasional lapak mereka dihentikan.
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sahrudin (33) juga masih bingung apa yang akan ia lakukan setelah usaha arangnya tak boleh beroperasi.
Pria asal Sulawesi Selatan itu khawatir tidak bisa bekerja di tempat lain, sementara ia tak punya ijazah dan keahliannya selama ini hanya mengolah batok jadi arang.
"Keahlian saya cuma bisa bikin arang. Orang saya nggak punya ijazah segala macem buat kerja di PT," ucap Sahrudin.
Sahrudin pun berharap pemerintah setempat bisa mencarikan solusi bagi para pengusaha arang.
Sahrudin minta setidaknya dicarikan pekerjaan lain supaya dirinya bisa hidup.
"Kalau ke luar kota kan paling tidak harus ada modal. Modalnya itu belum ada," katanya.
Haji Bahar pemilik lapak arang yang telah membuka usahanya sejak 2003 ini juga memohon belas kasihan kepada pemerintah.
Bahkan, saat penertiban tadi, ia sampai memeluk Camat Cilincing, Muhammad Alwi.
Ia bingung mau ia apakan puluhan pekerja arang yang selama ini bergantung padanya.
"Saya punya pekerja kan 75 orang, tapi kalau enggak kerja mau makan apa mereka," kata Bahar dalam tangisannya.
Bahar pun mengaku dirinya sudah mengikuti aturan yang diinstruksikan selama ini.
Ia juga mengaku tak pernah melawan terhadap pemerintah, salah satu contohnya ketika ia dipindahkan dari kawasan TPU Semper atau Budi Dharma menuju ke jalanan di RW 09 ini.
"Nggak pernah kita melawan di sini, nggak pernah. Jadi kita dulu dipindah ke sini di atas jalan ini, kan begitu 2003 kita pindah di sini," ucap dia.
Camat Cilincing, Muhammad Alwi menyebutkan beberapa solusi yang masih diwacanakan untuk para pengusaha arang ini.
Beberapa yang ia sebut yakni pembinaan dengan dibantu Sudin UMKM Jakarta Utara dan pemasangan alat yang bisa meminimalisir asap hasil pembakaran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/khoriah-49-salah-satu-pemilik-lapak-arang.jpg)