Petugas: Dibanding Lakukan Pemadaman, Warga Cenderung Kabur Saat Lihat Gejala Kebakaran

Guna meningkatkan kesadaran dan pemahaman warga, pemadam rutin menggelar sosialisasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Warga RW 03 Kelurahan Kalisari saat memadamkan api menggunakan Apar di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (19/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO - Belum semua warga memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan kepanikan saat gejala kebakaran terjadi membuat kerugian materil dan jumlah kebakaran di DKI Jakarta meningkat.

Instruktur Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kota DKI Jakarta, Pusdiklat Ciracas, Rukiman mengatakan kebakaran bisa dicegah sedari warga melihat gejalanya.

"Ketika terjadi gejala kebakaran mereka bukan berani melakukan pemadaman awal. Tetapi mereka pergi meninggalkannya sehingga api membesar," kata Rukiman di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (19/9/2019).

Guna meningkatkan kesadaran dan pemahaman warga, pemadam rutin menggelar sosialisasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

Rukiman mencontohkan sosialisasi yang dilakukan jajaran Sudin PKP Jakarta Timur kepada warga RW 03 Kelurahan Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo.

Tim Selamatkan Dua Orang Utan dari Kebakaran Hutan di Ketapang, Ada Bekas Peluru di Kepala

"Sampai dengan Agustus, sebelum September sudah terjadi 1.500 kali kebakaran di daerah Jakarta. Karena itu kita mengajak warga bersama mengantisipasi," ujarnya.

Selain mengimbau warga menyisihkan uang membeli Apar, jajaran Sudin PKP Jakarta Timur membekali kemampuan pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

Tak sekedar teori, warga diminta memperaktikkan cara memadamkan api saat terjadi penyalaan akibat kebocoran selang regulator tabung gas.

"Mereka (anggota pemadam), di samping sebagai petugas operasional, sesuai dengan Ingub nomor 65 tahun 2019. Tugas mereka melakukan pendamping kepada masyarakat," tuturnya.

Sosialisasi kala terjadi kebocoran tabung gas diberikan karena jumlah kasus kebakaran di DKI urutan kedua dipicu kebocoran tabung gas.

Warga diimbau tak menggunakan selang regulator tabung gas yang memiliki lapisan alumunium agar lebih aman.

"Selang yang memiliki lapisan lebih aman karena tidak terkena langsung cipratan minyak. Ini membantu mengurangi risiko kebocoran selang regulator," kata seorang petugas.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved