Pekerja Pabrik Arang di Cilincing Bakal Diberi Opsi Jadi PPSU atau Ikut Pelatihan di BLK

Menurut Alwi, mantan pekerja pabrik arang yang masih dalam usia muda bisa diajak menjadi petugas PPSU.

Pekerja Pabrik Arang di Cilincing Bakal Diberi Opsi Jadi PPSU atau Ikut Pelatihan di BLK
Dok. Pemkot Jakarta Utara
Wali Kota Jakarta Utara, Sigit Wijatmoko saat meninjau lokasi pembakaran arang dan peleburan alumunium di RW 09 Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (13/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING - Puluhan pekerja pabrik pembakaran arang di Cilincing bakal ditawari dua opsi terkait pekerjaan mereka selepas diberhentikannya operasional pabrik.

Camat Cilincing, Muhammad Alwi menyatakan, opsi pertama adalah para pekerja ini dialihkan menjadi petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).

Menurut Alwi, mantan pekerja pabrik arang yang masih dalam usia muda bisa diajak menjadi petugas PPSU.

"Nanti ada beberapa solusi barang kali kami akan tawarkan kepada mereka, pertama mungkin kalo misalnya PPSU memungkinkan yang muda-muda nanti mungkin kita ajak," ucap Alwi, Jumat (20/9/2019).

Selain menjadi PPSU, para pekerja juga kemungkinan akan diberi kesempatan untuk ikut pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK).

Dengan begitu, mereka nantinya bisa memilikki keahlian atau keterampilan tertentu untuk bekerja.

"Mudah-mudahan mereka bisa beralih fungsi dari arang ke teknis yg lain," kata Alwi.

Alwi menuturkan bahwa tawaran itu belum diberikan kepada mantan para pekerja pabrik arang.

Terakhir, Alwi baru mendata bahwa ada 70 orang lebih pekerja yang kini tak punya pekerjaan setelah pabrik arang diberhentikan.

"Kami belum menawarkan, saya akan koordinasi dengan instansi terkait dulu di bawah koordinasi Wali Kota (Jakarta Utara)," kata Alwi.

Adapun pada Senin (23/9/2019) mendatang, Alwi akan berkoordinasi dengan instansi terkait soal para pekerja tersebut.

Sebelumnya, belasan lapak pembakaran arang di Jalan Cakung Drain, RW 09 Kelurahan Cilincing, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara diberhentikan operasionalnya sejak pekan lalu.

Lapak-lapak arang tersebut juga ditertibkan secara mandiri oleh para pengusahanya dengan dibantu aparat Pemkot Jakarta Utara.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved