Polisi Tunggu Hasil Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup Dalami Kasus Polusi Peleburan Alumunium

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susianto menyatakan hasil laboratorium nantinya akan dimasukkan dalam proses penyidikan.

Polisi Tunggu Hasil Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup Dalami Kasus Polusi Peleburan Alumunium
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susianto, ditemui di Mapolres Metro Jakarta Utara, Selasa (20/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING - Polisi masih menunggu hasil laboratorium dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta untuk mendalami dugaan pencemaran udara dari pabrik peleburan alumunium di Cilincing.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susianto menyatakan hasil laboratorium nantinya akan dimasukkan dalam proses penyidikan.

"Sehingga nanti apakah itu bisa menguatkan terhadap dugaan pencemaran udara ataupun dugaan pelanggaran terhadap UU lingkungan hidup," kata Budhi di Cilincing, Jumat (20/9/2019).

Terkait dugaan pelanggaran perizinan, polisi juga telah berkoordinasi dengan Suku Dinas Perdagangan Jakarta Utara.

Dinyatakan bahwa bangunan pabrik peleburan alumunium yang sebelumnya telah disegel di Jalan Cakung Drain, Cilincing, Jakarta Utara, tidak berizin.

"Artinya sampai saat ini bisa dipastikan itu memang tidak ada izinnya," jelas Budhi.

Sbelumnya pada Senin (16/9/2019) lalu, polisi menyegel pabrik peleburan alumunium tersebut.

Menurut Budhi, penyegelan dilakukan lantaran industri rumahan tersebut diduga melakukan tindak pidana perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Hal itu sebagaimana diatur dalam Pasal 98 ayat (1) dan/atau Pasal 103 Jo Pasal 59 dan/atau Pasal 109 Jo Pasal 36 Ayat (1) UURI No.32 th 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

"Selain itu industri peleburan aluminium itu diduga melanggar Pasal 106 UURI No.7 th 2014 tentang Perdagangan," kata Budhi, Senin.

Setelah penyegelan, polisi juga menyita beberapa barang bukti dari dalam pabrik tersebut.

Beberapa yang disita meliputi alat cetak limbah aluminium, bahan aluminium mentah, serbuk aluminium yang sudah dihaluskan, mesin giling, tungku, dan juga bahan bakar untuk melakukan pembakaran.

Adapun lima orang saksi diperiksa, yakni satu pemilik dan pekerja pabrik peleburan alumunium tersebut. Mereka adalah MN, KH, IW, FH, dan FU.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved