Ratusan Botol Alkohol dan Ribuan Rokok Selundupan Dihancurkan Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta

Ratusan barang yang dihancurkan tersebut merupakan barang bawaan dari penumpang yang dikumpulkan selama tiga bulan terakhir

Ratusan Botol Alkohol dan Ribuan Rokok Selundupan Dihancurkan Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Pemusnahan minuman beralkohol dan ribuan batang rokok yang dihancurkan di halaman kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Kamis (19/9/2019) petang. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta memusnahkan barang-barang kena cukai (BKC) berupa minuman beralkohol dan minuman pelangsing yang tidak mempunyai izin edar.

Ratusan barang yang dihancurkan tersebut merupakan barang bawaan dari penumpang yang dikumpulkan selama tiga bulan terakhir.

Kepala Bea dan Cukai Soekarno-Hatta Erwin Situmorang mengatakan, rata-rata penumpang yang membawa barang kena cukai lebih dari kapasitas karena tidak mengetahui peraturan yang berlaku.

"Ini adalah hasil Bea dan Cukai selama tiga bulan terakhir. Bukan pidana tapi rata-rata penumpang itu tidak mengetahui peraturan kalau bawa minuman beralkohol itu tidak boleh lebih dari satu liter," jelas Erwin di halaman kantor Bea dan Cukai Soekarno-Hatta, Kamis (19/9/2019) petang.

Secara rinci, barang yang dimusnahkan anatara lai 478 botol minuman beralkohol, 13.400 batang rokok, 58 kilogram tembakau iris, 30 batang cerutu dan 11.800 rokok elektrik.

Erwin menjelaskan, semua barang yang disita dan dihancurkan merupakan barang yang datang dari luar negeri melalui Bandara Soekarno-Hatta.

Pelanggaran cukai oleh upaya penyelundupan barang-barang itu merugikan pajak negara senilai Rp 500 juta.

Erwin menerangkan bahwa cukai sebagai pungutan negara digunakan tidak hanya sebagai instrumen penerimaan.

Uji Coba Jalur Sepeda, Anies Baswedan Gowes Sejauh 16 Kilometer dengan Rute Rawamangun-Balai Kota

Andritany Ungkap 3 Faktor Penyebab Persija Jakarta Terpuruk di Liga 1 2019

Tetapi juga untuk menjaga peredaran dan konsumsi barang kena cukai sehingga pemakaiannya dapat terkendali.

"Serta menimalisir timbulnya eksternalitas negatif, utamanya kesehatan dan lingkungan," katanya.

Ia melanjutkan, peraturan telah mengatur ketentuan terkait produksi hingga konsumsi barang yang diperbolehkan, termasuk dalam impor yang dimasukan dengan mekanisme barang bawaan penumpang dan barang kiriman.

"Kami berharap masyarakat atau penumpang memahami dengan baik peraturan, agar tidak asal membeli dan bawa ke Indonesia," kata Erwin.

Selain memusnahkan barang kena cukai, Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta juga memusnahkan ratusan dus berisi ribuan gram suplemen pelangsing dari Malaysia yaitu Chocofit, lemonfit dan Sleemax TeaTox.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved