5 Pengantar Jenazah Waldono Meninggal, Sebelum Pergi Wajah Imam Terlihat Lebih Bersinar
Imam Muflih Redhatullah meninggal saat ikut mengantar jenazah salah satu warga. Selain Imam, empat pengantar lainnya juga meninggal.
Penulis: Y Gustaman | Editor: Y Gustaman
TRIBUNJAKARTA.COM, CISAUK - Wajah Imam Muflih Redhatullah (20) lebih bersinar dan ganteng di hari sebelum mengantar jenazah Waldono menggunakan ambulans.
Sebelum sampai tujuan, mobil ambulans yang ditumpangi Imam kecelakaan dan mobilnya ringsek. Imam bersama 4 penumpang lain termasuk sopir meninggal dunia.
Mereka yang meninggal adalah Satimun (38) sebagai sopir; Imam sopir cadangan; Sarjito (45) dan Rohmadi (40) kakak almarhum Waldono dan Nasid (37), teman almarhum Waldono.
Satimun, Imam, Sarjito dan almarhum Waldono tinggal di Griya Serpong Asri, Cisauk, Kabupaten Tangerang, Banten.
Tahu Waldono meninggal karena sakit, Rohmadi berangkat dari Klaten untuk menjemput adiknya itu.
Mobil ambulans pengantar jenazah Waldono berangkat ke Klaten pada Kamis (19/9/2019) pagi.
Sorenya terdengar kabar duka. Mobil ambulans kecelakaan di ruas Tol Pejagan-Pemalang Km 300+400 Kabupaten Tegal.
Satimun, Iman, Rohmadi, dan Nasid meninggal di lokasi, sedangkan Sarjito di rumah sakit.
Mereka meninggal akibat luka berat di kepala.
Kematian mereka mengagetkan warga perumahan.
Murni, tetangga Imam ini masih tidak percaya kecelakaan itu merenggut kelima pengantar jenazah Waldono.
Ia sempat melihat Imam untuk terakhir kalinya sebelum berangkat ke Klaten mengantar jenazah Waldono.
"Hari itu dia ganteng banget sebelum berangkat. Pakai kaus hitam," kenang Murni kepada TribunJakarta.com, Jumat (20/9/2019).
Ia mengenal Imam sebagai remaja baik karena tetanggaan. Anak Murni berteman dekat dengan Imam.
"Orangnya rajin, kerja apa saja mau. Dia selalu duluan kalau ada apa-apa. Semua warga kehilangan," sambung Murni saat ikut ke pemakaman Imam di TPU Griya Serpong.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/kecelakaan-maut-ambulans-7.jpg)