Video Cerita Mbah Pani Dikubur 5 Hari 5 Malam, Lakukan Ini Setelah Dengar Azan
Apa yang dilakukan Mbah Pani saat dikubur hidup-hidup selama 5 hari 5 malam untuk jalani topo pendem? Ini kesaksian Mbah Pani.
"Alhamdulillah saya kuat (menjalani ritual ini). Saya senang," kata Mbah Pani semringah sembari mengelus dada.
Oleh tetangga, Mbah Pani dikenal taat beribadah.
Ia senantiasa salat berjamaah di Musala Al-Ikhlas dekat rumahnya.
Hal ini disampaikan Sutoyo, Carik Desa Bendar sekaligus tetangga Mbah Pani, ketika diwawancarai pada Senin (16/9/2019) lalu.
"Dia selalu di musala. Setiap waktu salat dia azan. Salat lima waktu selalu di musala," ujar Sutoyo.
Suyono menyadari tak kalah banyaknya masyarakat yang tidak setuju dengan ritual ayah tirinya itu.
Untuk itu, mewakili pihak keluarga meminta maaf.
"Kami minta maaf kalau ada yang tidak sepaham."
"Niat beliau hanya ingin meningkatkan ketakwaan pada Allah. Kasihan beliau," ujar Suyono pada Sabtu (21/9/2019).
Topo Pendem Pamungkas
Tribunjateng.com menemui Mbah Pani, beberapa saat sebelum menjalani prosesi topo pendem.
Mbah Pani mengatakan, topo pendem kali ini merupakan yang ke 10 atau terakhir.
Sebelumnya, dia sudah melakukan ritual yang sama sebanyak 9 kali.
Dalam menjalani ritual topo pendem itu, ia dikubur selama tiga hari tiga malam dalam liang di dalam rumahnya.
Dan dua kali dijalani di luar desanya yaitu di Desa Ketip, tetangga desa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/mbah-pani-dan-keluarga.jpg)