Kisah Dede, Penjual Pedang hingga Golok Keliling: Dibeli Pelajar untuk Tawuran hingga Ditodong

Ia berjalan seraya membawa tas berbahan jeans berwarna biru berisi tumpukan benda tajam berupa golok, pisau hingga samurai.

Kisah Dede, Penjual Pedang hingga Golok Keliling: Dibeli Pelajar untuk Tawuran hingga Ditodong
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Penjual aneka senjata tajam di bilangan Sunter, Jakarta Utara pada Senin (23/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, SENEN - Sengatan sinar mentari di atas kepala Dede (35) mengiringi langkahnya mengarungi jalanan Ibu Kota yang berdebu.

Ia berjalan seraya membawa tas berbahan jeans berwarna biru berisi tumpukan senjata tajam berupa golok, pisau hingga samurai.

Harga dagangan yang dijualnya itu berkisar antara Rp 300 ribu hingga Rp 2 jutaan.

Langkah demi langkah pria bernama lengkap Dede Yanto ini menelusuri permukiman, pertokoan dan pasar sembari menawarkan dagangannya.

Bisa dibilang, dagangan yang dijual oleh Dede terlihat asing di mata warga yang melihatnya.

Banyak orang yang memandangnya takut kala melihat apa yang dibawanya itu.

"Iya memang ada sih yang takut. Tapi sebenarnya ini (benda tajam) buat kolektor atau buat potong di kebon," kata Dede saat ditemui TribunJakarta.com di tepi Jalan Groya Utama, Sunter, Jakarta Utara, pada Senin (23/9/2019).

Penjual aneka senjata tajam di bilangan Sunter, Jakarta Utara pada Senin (23/9/2019).
Penjual aneka senjata tajam di bilangan Sunter, Jakarta Utara pada Senin (23/9/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Kendati banyak anggapan demikian, ia tetap berjualan benda tajam itu berkeliling.

Sudah sekira 20 tahun silam Dede menjual benda tajam itu sampai saat ini.

Halaman
123
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved