Suporter Tewas

Tak Diundang Manajemen, Keluarga Haringga Sirla Tak Berniat Saksikan Laga Persija Vs Barito Putera

Kakak dari Haringga Sirla, Mayrisa Sirawati mengabarkan pihak manajemen tidak memberikan undangan kepada keluarga.

Tak Diundang Manajemen, Keluarga Haringga Sirla Tak Berniat Saksikan Laga Persija Vs Barito Putera
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Orangtua Haringga Sirla ditemui di rumahnya di Bangun Nusa RT 13/03, Cengkareng Timur, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (16/10/2018). 

"Almarhum mendaftarkan anggota sudah lama. Mendaftarkan diri resmi menjadi anggota Jakmania Cengkareng sudah lama, jadi kartu identitasnya baru jadi minggu kemarin. Sekitar Senin minggu kemarin dibagiin September ini," tutur Bayu.

Bayu mengatakan, jika Haringga sudah sejak Juni 2018 mendaftarkan diri, namun KTA-nya baru resmi dan dibagikan seminggu lalu.

"Tiga bulan sebelumnya sekitar bulan Juni. Karena dari pusatnya juga agak terlambat karena kan pendaftaran di pusatnya juga, jadi harus ngedata ulang jadi perlu proses waktu lama," ujar Bayu.

Untuk menjadi anggota resmi dan mendapatkan KTA, lanjut Bayu, tidak ada syarat khusus apa pun, terlebih lagi syarat yang dibebankan kepada Haringga.

"Enggak ada, enggak ada syarat. Hanya biaya pendaftaran sama foto dan kasih identitas lengkap saja," kata Bayu.

Bayu menuturkan, kesungguhan Haringga menjadi anggota resmi Jakmania itu pun sangat terlihat ketika mendaftarkan diri.

Penuturan itu didapat Bayu melalui obrolannya dengan anggota Jakmania yang mengurus di Subkorwil Cengkareng.

Ia mengatakan, jika Haringga bermimpi bisa memajukan Persija Jakarta jika kelak dirinya diangkat menjadi anggota resmi Jakmania Korwil Cengkareng.

"Dia bilang daftar ini dia mau memajukan lagi Persija khususnya itu di wilayah Cengkareng timur karena kan dia di wilayah Cengakareng Timur. Jadi dia mau ngembangin lagi di wilayahnya Cengkareng Timur khususnya," kata Bayu.

Dengan bergabung menjadi anggota, lanjut Bayu, Haringga juga berharap dapat pergi menyaksikan langsung laga Persija bersama-sama dengan Jakmania lainnya.

"Awalnya dia kan berangkat sendiri-sendiri, ke depannya kalau dia sudah bergabung dia mau ikut arahan Jakmania Cengkareng. Kalau tur tanding nanti mau bareng-bareng rombongan semua Jakmania satu titik gitu," ujar Bayu.

Sebelumnya, melalui sambungan telepon dengan TribunJakarta.com, Bayu juga menuturkan jika Haringga merupakan pribadi yang baik.

Meski diakui Bayu, ia tak begitu mengenal dekat dengan Haringga. Tapi ia cukup tahu dan kenal dengan salah satu anggotanya itu.

"Dia orangnya baik saja supel. Sama orang tua menurut lah jadi tidak badung, tidak merokok, tidak minum-minum. Intinya sama orang tua sayang bener lah. Ini dia anak bontot dari tiga bersaudara," kata Bayu.

Kenangan Haringga di mata sahabat

Jakmania meninggalkan syal dan kaus beratribut Persija di atas pusara makam Haringga Sirila di Jatibarang, Indramayu, Jawa Barat.
Jakmania meninggalkan syal dan kaus beratribut Persija di atas pusara makam Haringga Sirila di Jatibarang, Indramayu, Jawa Barat. (Istimewa)

Hilmi (20) tak menyangka bahwa sahabatnya, Haringga Sirila (23) harus tewas mengenaskan dikeroyok oknum Bobotoh saat mendukung Persija Jakarta di Bandung, Jawa Barat, Minggu (23/9/2018) kemarin.

Bagi Helmi, Haringga memang sangat terkenal begitu mencintai klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut dan terdaftar sebagai anggota Jakmania korwil Cengkareng, Jakarta Barat.

"Dia memang begitu mencintai Persija, dia pun punya KTA (Kartu Tanda Anggota) Jakmania Cengkareng‎," kata Hilmi kepada TribunJakarta.com, Senin (24/9/2018).

Setiap Persija berlaga di  kandang, baik itu ketika bermain di Senayan, Jakarta atau pun ‎di Stadion Patriot, Bekasi, Jawa Barat, Hilmi menyebut sahabatnya itu tak pernah absen menyaksikan di dalam stadion.

‎"Kalau mau di Jakarta atau Bekasi saya sama dia selalu nonton karena memang begitu mencintai Persija," kata Hilmi.

Hilmi menyebut kecintaan Haringga terhadap klub berjuluk Macan Kemayoran itu memang sangat luar biasa.

Dikatakannya, Haringga dikenal militan dan rela menempuh perjalanan jauh demi bisa mendukung Persija meski bermain di kandang lawan.

Meski hanya bekerja di bengkel, Haringga sama sekali tak ragu merogoh koceknya demi bisa menonton Persija berlaga.

Bahkan, lima hari sebelum ajal menjemputnya, Haringga baru saja menonton langsung laga Persija melawan PSIS Semarang di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta.

Jakmania meninggalkan syal dan kaus beratribut Persija di atas pusara makam Haringga Sirila di Jatibarang, Indramayu, Jawa Barat.
Jakmania meninggalkan syal dan kaus beratribut Persija di atas pusara makam Haringga Sirila di Jatibarang, Indramayu, Jawa Barat. (Istimewa)

"Dia emang sering nonton laga tandang Persija ke luar kota. Biasanya kalau keluar kota itu dia jalan sendiri aja enggak sama saya karena kan saya kerja," kata Hilmi.

Perjuangan Haringga untuk menonton Persija berlaga di partang tandang‎ memang terlihat dari postingan di akun instagramnya @khepen162.

Di Instagram pribadinya, Haringga sempat memposting dirinya sewaktu berada di kereta dan bandara ketika hendak mendukung Persija bertandang di kandang lawan.

"Iya dia memang pernah sampai naik pesawat buat dukung Persija. Pokoknya memang begitu mencintai Persija lah, bagi dia Persija itu nomor satu," kata Hilmi.

Hilmi mengatakan dirinya dan teman-temannya juga sempat diajak Haringga agar mau ikut ke Bandung guna menyaksikan Persija kala bersua tuan rumah Persib Bandung, Minggu (23/9/2018) kemarin.

Namun ajakan Haringga itu ditolaknya dengan alasan keamanan.

Bahkan, ia juga telah melarang kawannya itu berangkat ke Bandung karena sudah dilarang oleh para pengurus Jakmania dengan alasan keamanan.

"Saya pun sempat larang dia buat enggak nonton disana. Saya kira dia enggak berangkat tapi ternyata pas saya lihat instastory dia ternyata sudah ada di Bandung," kata Hilmi.

Hilmi menambahkan rencana terdekat Haringga setelah menonton Persib Vs Persija yakni akan ikut tur ke Bali sewaktu Persija bermain tandang melawan Bali United pada ‎2 Desember 2018.

"Dia bilang akhir tahun emang mau ke Bali buat nonton Bali United lawan Persija. ‎Namun ternyata takdir telah berkata lain," kata Hilmi.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sahabatnya itu, Hilmi bersama para Jakmania lain yang ikut ke pemakaman Haringga di Desa Kebulen, Jatibarang, Indramayu, Jawa Barat meninggalkan syal dan kaus Persija diatas makam Haringga. (TRIBUNJAKARTA/WAHYU/ELGA)

Penulis: Wahyu Septiana
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved