Dikira Separator, Reaksi Pemkot Jakarta Timur Soal Trotoar di Tengah Jalan Kalimalang
Pemkot Jakarta Timur akhirnya berikan penjelasan gamblang perihal trotoar yang berada di tengah Jalan Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina
TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Pemkot Jakarta Timur akhirnya berikan penjelasan gamblang perihal trotoar yang berada di tengah Jalan Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Setelah ramai diperbincangkan media massa dan sempat dianggap separator atau median jalan oleh sejumlah warga yang melintas, Wali Kota Jakarta Timur M. Anwar mengundang pihak yang terlibat pembangunan Jalan Tol Bekasi–Cawang–Kampung Melayu (Becakayu).
Hal ini sebagai respon dari intruksi Gubernur DKI Anies Baswedan yang menyatakan masalah trotoar di tengah Jalan Kalimalang akan ditangani Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur.
Melalui Sekertaris Kota Jakarta Timur Usmayadi, pihak Pemkot Jakarta Timur menjelaskan keberadaan beton yang ada di tengah jalan itu untuk memberikan batas antar kendaraan yang melintas.
Ia juga mengatakan keberadaan trotoar sebagai bentuk penyelamatan yang diberikan bagi pengguna jalan.
"Jadi itu gini awalnya kan sebelah kanan belum jadi nih masih dicor belum diaspal, sehingga di depan Polsek itu ada. Dan, sementara ini sebagai pembatas bagi lalu lintas yang ada," ucapnya saat dikonfirmasi, Selasa (24/9/2019).
Lanjut, ia memastikan keberadaan trotoar nantinya juga akan dibongkar ketika pembangunan di sekitar lokasi usai.
Namun untuk waktu pembongkarannya, ia belum bisa memastikannya.
Semuanya akan disesuaikan dengan pembangunan di sekitaran lokasi.
"Nanti kalau sudah jadi di sekitaran situ, itu (trotoar) akan dibongkar lagi. Sekarang memang ada untuk menyelamatkan para pengendara yang melintas," tandasnya.
Trotoar di Tengah Jalan Kalimalang, Warga: Saya Kira Separator
Keberadaan trotoar di tengah Jalan Kalimalang yang santer dibicarakan media massa justru menimbulkan tanda tanya warga.
Ester (36), satu karyawan swasta perkantoran di Jalan Kalimalang justru selama ini menganggap beton yang berada di tengah jalan merupakan separator atau median jalan.
Padahal setiap harinya Ester menapaki beton yang dibangun secara terputus di sepanjang Jalan Kalimalang wilayah Kecamatan Duren Sawit.