Putranya Diringkus Densus 88, Orangtua Terduga Teroris di Bekasi Masih Syok

Densus 88 menggelar sejumlah operasi penangkapan terduga teroris di sejumlah wilayah salah satunya di rumah kontrakan RT 007/002, Kota Bekasi.

Tayang:
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Denny Suwarton ketua RT 007/002, Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi kediaman terduga teroris ASH (26). 

Pasutri terduga teroris, AR dan S menurut keterangan warga sekitar, baru tinggal di rumah kontrakan itu satu bulan lalu. Mereka tinggal berdua dan belum sempat melapor ke RT setempat.

"Warga baru, belum kasi KTP ke saya, saya juga kurang kenal," kata Qurtubi ketua RT setempat.

Dikenal Tertutup

Lokasi kontrakan pasutri terduga teroris di Kampung Rawakalong Poncol, Desa Karangdatria, RT02/04, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.
Lokasi kontrakan pasutri terduga teroris di Kampung Rawakalong Poncol, Desa Karangdatria, RT02/04, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. (TRIBUNJAKARTA.COM/Yusuf Bachtiar)

Karmen (36), warga yang mengontrak bersebelahan dengan pasutri terduga teroris mengatakan, selama tinggal bertetangga, dia tidak pernah berbincang atau mengetahui secara personal.

"Saya kurang kenal baru sebulan disini, tinggal berdua aja suami istri," kata Karmen kepada TribunJakarta.com.

Pasutri ini sangat tertutup, keseharian mereka lebih sering dilakukan di dalam kontrakan. Sejak pertama kali pindah, mereka juga tidak pernah mengenalkan diri kepada tetangga samping atau depan rumah kontrakan.

"Jarang keluar, paling suaminya aja kalau solat jumat ke masjid, sama ke warung aja, keluar aja ada saya juga enggak negor (menyapa) lewat aja," jelas dia.

Saking tertutupnya, aktivitas seperti menjemur pakaian juga dilakukan malam hari, bahkan mereka selama tinggal jarang sekali beraktivitas keluar rumah meski menurut infomasi warga, suaminya mengaku bekerja di sebuah perusahaan.

"Enggak pernah ngobrol tapi kalau kata orang-orang sini ngakunya kerja, tiap pagi cuma saya enggak pernah liat dia berangkat kerja," jelas dia.

Warga Curiga

Karmen (36), tetangga yang mengontrak berselahan dengan terduga teroris mengatakan, sebelum operasi penangkapan, dua hari lalu ia kerap melihat sejumlah orang yang tidak dikenal melintas di sekitaran kontrakan.

"Udah dari kemarin ada orang, dua hari ini udah ada orang mondar-mandir, mulai curiga, biasanya enggak pernah lewat sini, bawa motor, mukanya lihat ke sini mulu, dari hari sabtu-lah itu kira-kira," kata Karmen kepada TribunJakarta.com.

Selanjutnya, malam hari sebelum kejadian, orang yang sama juga masih terlihat melintas di sekitaran rumah kontrakannya. Saat itu, dia tidak menegur atau mencari infomasi lebih lanjut tentang keberadaan orang-orang tersebut.

"Badannya besar-besar pakai baju biasa, saya pikir bank keliling (rentenir)," ungkap Karmen.

Hal yang sama diungkapkan Nyai (54), warga yang tinggal di depan rumah kontrakan pasutri terduga teroris membenarkan perihal keberadaan orang-orang yang mengintai sebelum aksi penangkapan.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved