Putranya Diringkus Densus 88, Orangtua Terduga Teroris di Bekasi Masih Syok
Densus 88 menggelar sejumlah operasi penangkapan terduga teroris di sejumlah wilayah salah satunya di rumah kontrakan RT 007/002, Kota Bekasi.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
"Dari malem polisi sudah muter-muter bae, dari kemarin lah. Malem muter lagi, nanyain rumah pak RT," jelas dia.
• VIDEO Massa Aksi Gejayan Diberi Buah dari Atap Rumah, Pemilik: Begitu Besar Perjuangan untuk Rakyat
• VIDEO Massa Gejayan Memanggil dapat Ratusan Buah, Pemilik: Begitu Besar Perjuangan untuk Rakyat
• Kumpulkan Donasi Aksi Mahasiswa di DPR, Ananda Badudu Sebut Jokowi Tersandera Kepentingan Politik
• Warga Cipayung Jakarta Keluhkan Layanan Jemput Bola Akta Kelahiran dan KIA: Ngaret!
Penggrebekan berlangsung singkat
Nyai (54), warga sekitar lokasi mengaku sempat kaget ketika melihat puluhan personel dari Dunsus 88 Antiteror Mabes Polri diterjunkan dalam proses penangkapan tersebut.
"Polisi banyak pertama datang 4 mobil, terus langsung ke kontrakan ada kali 8 orang dobrak pintu," ungkap Nyai warga yang tinggal bersenelahan dengan kontrakan terduga teroris.
Polisi dari Densus 88 Mabes Polri itu langsung melakukan sterilisasi lokasi penangkapan, Nyai menyebutkan, jalan menuju ke arah kontrakan sempat ditutup. Warga dilarang memdekat ketika proses penangkapan sedang berlangsung.
"Ini setiap jalan dijaga polisi pada bawa senjata, ada yang pake seragam kaya Densus ada yang pakai baju biasa, kita disuruh masuk semua enggak boleh ada yang keluar," jelas dia.
Proses penangkapan ini berlangsung cukup singkat, sekitar pukul 07.30 WIB, kedua terduga teroris pasutri langsung dibawa ke ke dalam mobil bergantian.
"Pertama suaminya dibawa masuk ke mobil, baru abis itu istrinya, udah diborgol kalau suaminya cuma pakai kolor warna cokelat, kalau istrinya biasa udah rapih baru dibawa, enggak ads perlawanan sepi aja gitu," kata Nyai.
Buku-buku Turut Dibawa Densus 88
Selain membawa pasutri terduga teroris, Densus juga menggeledah isi rumah kontrakan. Bahkan, tangga miliknya sempat dipinjam untuk digunakan memetiksa loteng rumah kontrakan.
"Dibawa motor, kasur lantai dibawa, buku tebel-tebel banget dibawa pakai tiga kantong plastik sama kotak kardus," jelas dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/denny-suwarton-ketua-rt-007002-kediaman-terduga-teroris-ash.jpg)