Penangkapan Terduga Teroris
Terduga Teroris di Arenjaya Bekasi Sehari-hari Bekerja Sebagai Guru
Ketika Densus datang dan melakukan penangkapan, Denny awalnya tidak percaya
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Terduga teroris berinisial ASH (26) yang diciduk Detasemen Khusus Antiteror (Densus 88) di sebuah rumah kontrakan di RT 007/002, Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin, (23/9/2019) kemarin, sehari-hari bekerja sebagai guru.
Hal ini diungkapkan Denny Suwarton ketua RT setempat saat dijumpai TribunJakarta.com, Selasa (24/9/2019).
"Sehari-hari dia kerja ngajar, tapi enggak tahu di mana, berangkat pagi pulang sore setiap hari gitu aja kerjaannya," kata Denny.
ASH tinggal di Arenjaya selama lebih dari 5 tahun bersama orangtua. Selama tinggal di lingkungannya, Denny tidak begitu kenal secara personal dengan terduga teroris. Tetapi jika dengan orangtuanya, hubungan warga sekitar cukup dekat.
"Kalau anaknya emang jarang keluar, anak muda sini juga belum tentu kenal sama dia, tapi kalau orangtuanya baik sama tetangga juga hubungan baik-baik aja enggak pernah berbuat macem-macem," jelas dia.
• Sikap Masyarakat Lihat Ratusan Mahasiswa di Stasiun Manggarai hingga Poster Lucu Pendemo
Ketika Densus datang dan melakukan penangkapan, Denny awalnya tidak percaya. Sebab, kondisi keluarga ASH dikenal biasa-biasa saja, tidak ada kecurigaan baik dari prilaku maupun penampilan.
"Biasa aja selama ini, penampilan juga biasa, makanya saya kaget warga saya ada yang terlibat, apalagi udah tinggal lama di sini," paparnya.
Adapun ASH diringkus Densus 88 sekitar pukul 07.00 WIB, terdapat kurang lebih lima orang anggota yang menjemputnya di rumah kontrakan.
"Keluarganya pas penangkapan ada di rumah, udah pasrah aja, enggak ada perlawanan, dia (ASH) juga udah enggak bisa apa-apa diikat tangannya setahu saya," ujar Denny.
Usai penangkapan ASH, Denny menjelaskan kondisi keluarga saat ini sangat terkejut. Putra satu-satunya itu ternyata punya keterlibatan dengan jaringan teroris.
"Masih ada keluarganya, cuma dari kemarin minta tolong sama saya kalau ada yang cari minta saya aja yang hadapin," imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/denny-suwarton-ketua-rt-007002-kediaman-terduga-teroris-ash.jpg)