Ibu Faisal Amir: Pelaku Penganiayaan saat Ricuh di Gedung DPR Gunakan Doping, Ini Alasannya
Wanita yang melahirkan Faisal Amir, Bunda Ratu Agung, menduga pelaku kekerasan terhadap anaknya itu mengonsumsi doping atau obat terlarang.
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Suharno
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat
TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Wanita yang melahirkan Faisal Amir, Bunda Ratu Agung, menduga pelaku kekerasan terhadap anaknya itu mengonsumsi doping atau obat terlarang.
"Saya curiga orang yang memukul Faisal mengonsumsi doping, kejam sekali," kata Ratu, sapaannya, saat diwawancarai Wartawan, di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Jumat (27/9/2019).
"Kalau orang tak pakai doping, tak mungkin sekejam itu," sambungnya.

• BREAKING NEWS: Puluhan Unit Bus TransJakarta Terbakar di Pool Pondok Cabe
Ratu mengatakan pelaku kekerasan terhadap anaknya itu tak memiliki perasaan.
"Ini orang tidak punya kemanusiaan. Anak saya sampai terbelah tengkorak kepalanya. Karena kalau berantem, tidak mungkin sampai begitu," ujarnya.
Faisal Amir merupakan mahasiswa dari Universitas Al Azhar Jakarta yang menjadi korban saat kericuhan pascademo tolak RKUHP dan Revisi UU KPK di depan Gedung DPR MPR, Rabu (25/9/2019) lalu.
Aparat Kepolisian Temui Ratu di RS Pelni
Pada Rabu (25/9/2019), dua aparat kepolisian dari Mabes Polri menemui Ratu, di RS Pelni, Jakarta Barat.
Kata Ratu, mereka mengaku diutus oleh Dir Intel Mabes Polri.
"Bu, kami diutus oleh Dir Intel dari Mabes Polri untuk memberi bantuan kepada ibu. Apakah mau ke mana, nanti kami fasilitasi," ucap Ratu, mencontohkan bicara dari satu di antara aparat tersebut.
• VIRAL Anggota DPRD Provokasi Mahasiswa Turunkan Jokowi, Dilawan Mahasiswa, Addie MS Komentar
Ratu menegaskan kepada aparat, segera usut tuntas dan segera temukan pelaku kekerasan terhadap Faisal Amir.
"Sebagai warga negara yang taat hukum, saya akan tetap melapor kepada polisi. Yang memukul Faisal ini, pasti orang tidak mungkin monyet," ujarnya.
Semisal pelaku kekerasan telah didapatkan, Ratu akan memaafkannya.
"Saya minta tolong diusut, hadapkan orangnya dengan saya. Saya akan maafkan, saya anggap dia khilaf. Mungkin dia lupa bahwa punya anak juga," ucapnya.