Puluhan Bus Terbakar di Tangerang Selatan Ternyata Bukan Milik Transjakarta Lagi
Nadia menjelaskan, selain kontraknya juga sudah habis, bus-bus tersebut adalah punya Primajasa.
TRIBUNJAKARTA.COM - PT Transjakarta memberikan tanggapannya terkait terbakarnya puluhan bus berlogo Transjakarta di Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Jumat (27/9/2019) kemarin.
Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transjakarta, Nadia Diposanjoyo mengatakan bus-bus tersebut sudah tidak ada kaitannya lagi dengan pihaknya.
"Tidak (di bawah pengawasan Transjakarta) dan nggak ada mereka di TJ (operator Transjakarta)," ujar Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transjakarta, Nadia Diposanjoyo saat dikonfirmasi, Sabtu (28/9/2019).
Nadia menjelaskan, selain kontraknya juga sudah habis, bus-bus tersebut adalah punya Primajasa.
Namun, Nadia mengaku tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut mengenai bus berlogo Transjakarta yang terbakar di Pool Primajasa tersebut.
Dugaan sementara api berasal dari percikan pengelasan yang dilakukan pekerja sekitar.
Secara kasat mata, bus yang terbakar masih menggunakan logo lama yakni huruf T dan J dengan perpaduan warna merah dan hitam.
Di bagian atas pada logo bertuliskan huruf TJ dengan latar belakang warna merah, sedangkan di bawahnya bertuliskan 'transjakarta' dengan latar belakang warna hitam.
Sementara pada November 2014 lalu, PT Transjakarta tidak lagi memakai logo tersebut.
Logo pada badan bus berubah menjadi sebuah lingkaran warna biru tua dengan dua garis diagonal berwarna putih.
Di sebelah lingkaran terdapat tulisan 'transjakarta' dengan dua warna.
Kata 'trans' berwarna biru muda, sedangkan kata 'jakarta' berwarna biru tua. Perbedaan lambang ini juga diperkuat oleh pernyataan Dirut PT Transjakarta Agung Wicaksono.
Agung mengatakan, masa kontrak lembaganya dengan operator bus tersebut telah habis sekitar tahun 2014 atau lima tahun yang lalu.
Artinya setelah 2014, PT Transjakarta tidak lagi memakai lama tersebut.
"Itu bukan bus Transjakarta lagi. Kontraknya dimulai dari 2007 lalu dan sekarang sudah habis karena hanya tujuh tahun masa kontraknya," kata Agung.