Puluhan Bus Terbakar di Tangerang Selatan Ternyata Bukan Milik Transjakarta Lagi

Nadia menjelaskan, selain kontraknya juga sudah habis, bus-bus tersebut adalah punya Primajasa.

Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Sebanyak 21 unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) dikerahkan untuk memadamkan puluhan bangkaibus Transjakart yang terbakar di pull bus Pondok Cabe, Jalan Raya Jakarta-Bogor, Pondok Cabe Udik, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (27/9/2019). 

Api bus TransJakarta terbakar bisa dipadamkan sekira pulul 16.00 WIB, namun sampai pukul 18.00 WIB, asap putih masih membumbung tinggi dan petugas masih melakukan proses pendinginan.

Sekretaris Dinas Damkar dan Penyelamatan, Sigit Widodo, mengatakan, proses pemadaman terkendala material ban pada bangkai bus.

"Ya karena memang ban, demikian kuatnya," ujar Sigit di lokasi.

Proses pendinginan juga difokuskan pada bagian ban bus, agar tidak kembali menyalakan api.

"Pendinginan karena masih ada asap masih ada api di ban," ujarnya.

Selain itu, lokasi pengambilan air yang cukup jauh juga menjadi kendala tersendiri, karena kebakaran cukup besar membutuhkan air yang banyak.

"Ngambil airnya agak jauh di UT, kurang lebih perjalanannya 15 menit lah untuk mengambil air di sana ada hydrant," jelasnya.

5. Warga Sesak Nafas

Asap kebakaran cukup besar yang melalap puluhan bangkai bus Transjakarta di pool bus Primajasa, Pondok Cabe Udik, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), membuat warga sekitar sesak, Jumat (27/9/2019).

Hal itu diungkapkan Murdiati, yang rumahnya berada di belakang pool bus itu.

"Sesak mas, asapnya banyak banget. Baunya aneh, enggak enak banget," ujar Murdiati.

Ia kaget karena melihat api tiba-tiba menbesar dan arahnya tidak jauh dari rumahnya.

Murdiati pun mendatangi lokasi kebakaran. Namun ia merasa sangat tidak nyaman sampai akhirnya memilih menjauh.

"Iya, dekat-dekat sesak, malah panas juga. Saya kaget tadi apinya besar. Rumah saya dekat lagi," ujarnya.

Kapolsek Pamulang, Kompol Hadi Supriatna, mengatakan tidak ada korban jiwa ataupun luka dalam peristiwa tersebut.

Ia juga memastikan, api tidak menjalar ke pemukiman warga.

"Nggak karena di samping pool ini ada Tembok cukup tinggi kemudian ada warga di sebelah tembok. Hanya warga terkena asap dari cat dari tiner luar biasa pekatnya," ujarnya. (TRIBUNJAKARTA.COM)

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved