Breaking News:

Sembilan Polisi Korban Kericuhan di DPR Masih Dirawat di RS Polri Kramat Jati

Mayoritas anggota Polri mengalami luka akibat lemparan batu di bagian sekitar wajah sehingga beberapa di antaranya harus menjalani operasi ringan

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat membesuk anggota Polri yang terluka di RS Polri Kramat Jati, Rabu (2/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Kapolri Jenderal Tito Karnavian membesuk sembilan anggota Polri yang dirawat di RS Polri Kramat Jati karena terluka saat mengamankan aksi demo.

Dari sembilan anggota, Tito yang datang sekira pukul 13.53 WIB didampingi petinggi Polri lainnya membesuk tujuh anggota yang dirawat di gedung Promoter RS Polri.

Kepada anggotanya, Tito menanyakan bagaimana kronologis kejadian hingga mereka sampai terluka dan kini masih harus dirawat inap.

"Kamu luka kenapa? tanya Tito kepada anggota Polwan Polda Papua yang terluka saat bertugas di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (2/10/2019).

Polwan anggota Polda Papua tersebut mengatakan dia terluka karena kecelakaan saat hendak bertolak dari gedung DPR ke Polda Metro Jaya.

Saat kejadian Selasa (1/10/2019) Polwan yang bagian tangannya diperban itu jatuh dari sepeda motornya karena kendaraan di depannya berhenti mendadak.

"Pas kejadian kami sedang mau berpindah dari Gedung DPR ke Polda Metro Jaya, kemudian ada motor rem mendadak. Kami naik motor dan terjatuh," ujarnya.

Jaksa Penuntut Umum Siap Buktikan Dakwaan Terhadap Nunung dan July Jan Sambiran di Persidangan

Pemuda di Tambora Ditangkap Usai Gagal Curi Motor Marbot Masjid

Tito yang meninggalkan RS Polri setelah bersantap siang sekira pukul 14.57 WIB enggan memberi keterangan kepada wartawan.

Kapusdokkes Polri Brigjen Musyafak mengatakan RS Polri Kramat Jati awalnya merawat 35 anggota Polri yang terluka saat mengamankan aksi demo.

Dari 35 orang, 24 di antaranya sempat dirawat inap lalu berangsur sembuh hingga akhirnya diperbolehkan pulang dan kini tersisa sembilan orang.

Mayoritas anggota Polri mengalami luka akibat lemparan batu di bagian sekitar wajah sehingga beberapa di antaranya harus menjalani operasi ringan.

"Anggota dari luar kota ada, dari Polda lain ada. Karena yang membekup pengamanan di sini tidak hanya dari anggota Polda Metro Jaya. Tapi juga ada BKO dari Polda wilayah lain," tutur Musyafak.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved