Kasus Peredaran Narkoba di Bekasi Tahun Ini Mengalami Peningkatan Dibanding Tahun Lalu

Total terdapat 114.04 gram ganja dan 207.18 gram narkoba jenis sabu yang berhasil diamankan.

Kasus Peredaran Narkoba di Bekasi Tahun Ini Mengalami Peningkatan Dibanding Tahun Lalu
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Eka Mulyana (tengah) saat melakukan konferensi pers di Mapolres Metro Bekasi Kota, Kamis (3/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Pengungkapan kasus peredaran narkoba tahun ini di Kota Bekasi meningkat dibanding tahu lalu.

Selama Operasi Nila Jaya 2019, Polres Metro Bekasi Kota berhasil mengungkap 44 kasus narkoba meningkat dibanding tahun lalu yang hanya 30 kasus.

"Ada 44 kasus yang kita ungkap, kalau dibanding tahun lalu 2018 kita hanya 30 kasus, tahun ini kita ada kenaikan," kata Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Eka Mulayana, Kamis (3/10/2019).

Eka menjelaskan, Operasi Nila Jaya 2019 dilakukan selama dua pekan, dimulai 18 September 2019 hingga berakhir 2 Oktober 2019. Total terdapat 114.04 gram ganja dan 207.18 gram narkoba jenis sabu yang berhasil diamankan.

Eka menegaskan, meningkatnya kasus peredaran narkoba ini bukan berarti di Kota Bekasi sarang para pengedar melakukan transaksi barang haram tersebut. Peningkatan pengungkapan kasus terjadi lantaran petugas kepolisian dalam hal ini Reserse Narkoba terus secara intens melakukan pengejaran terhadap pelaku.

"Jadi makin banyak kasus yang kita ungkap itu bukan berarti daerah itu rawan narkoba, itu artinya kita kerja kalau misalkan enggak ada penangkapan berarti kita gak kerja, itu kita maksimalkan terus. Terbukti dengan adanya operasi ini kita dapat mengungkap lebih (banyak) karena tujuannya operasi ini meningkatkan hasil," jelas dia.

Jabat Wakil Ketua DPRD, Zita Anjani Akan Suarakan Isu Pendidikan dan Wanita ke Pemprov DKI

Warga Keluhkan Sosialisasi Vaksin Rabies Gratis di Kalisari Tak Optimal

Untuk kecenderungan kasus peredaran narkoba di Bekasi masih di dominasi pengedar tangan kedua dari bandar besar yang sampai saat ini masih terus dikejar. Adapun pengedar biasanya mendapat barang dengan cara disuplai untuk selanjutnya diedarkan secara acak ke pembeli.

"Kalau dilihat dari barang bukti yang diamankan rata-rata mereka adalah penjual yang tingkat kedua, mereka bukan tergolong bandar, karena biasanya kalau narkoba ini jual beli putus dari bandar besar di bawahnya sampai di bawahnya lagi, tapi kita tetep upaya dari penangkapan yang sekarang ini untuk bisa mengungkap bandar besarnya lagi," tegas dia.

Dari 44 kasus ini, polisi juga mengamankan sebanyak 50 orang tersangka yang terdiri dari 49 orang tersangka laki-laki dan 1 orang tersangka perempuan. Sementara pada tahun lalu dalam operasi yang sama, polisi mengamankan sebanyak 37 orang.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved