Bocah 12 Tahun di Pamekasan Dikurung di Bekas Kandang Ayam: Girang Ada Tamu, Orangtua Usap Air Mata
Bocah berusia 12 tahun di Pamekasan, Madura menjadi sorotan karena harus dikurung orangtua di bekas kandang ayam.
Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Muhammad Zulfikar
Tak hanya itu, Efendi sapaan akrab Mohammad Efendi gemar menarik benda apa saja yang melekat pada orang yang melihatnya.
Seperti yang diceritakan Maryam salah satu tetangganya, katanya Efendi senang ketika ada tamu yang menyambanginya, dengan sendirinya ia akan berteriak kegirangan.
Selain itu, Maryam mengaku setiap hari selalu datang ke tempat Efendi dikurung untuk memberikan makanan, dan itu dia lakukan saat kedua orang tuanya belum datang dari sawah.
Saat siang hari diceritakan Maryam, ibunya ketika datang dari sawah, selalu memberi Efendi makan dan minum, sesekali orang tuanya juga mengajak Efendi bercanda.
Orangtua Kesulitan Jaga Sang Bocah
Sementara, orang tua perempuan Efendi, Latifah mengatakan, sejak kecil anaknya sudah menderita sakit jiwa.
Karena alasan kesulitan untuk menjaga Efendi, dengan berat hati dia harus memasukkan anaknya ke dalam kandang, apalagi saat dirinya sedang mencari nafkah.
Diakui Latifah, tempat tersebut bukanlah tempat permanen untuk Efendi, melainkan hanya di waktu tertentu saja.
"Saya taruh di situ hanya di waktu tertentu saja, ya ketika saya sedang bekerja pergi ke sawah. Karena di rumah tidak ada siapa-siapa untuk menjaga Efendi. Kalau saya pulang kerja, baru saya keluarkan," katanya.
Latifah juga mengaku, jika anaknya tidak dimasukkan ke dalam tempat tersebut saat dirinya sedang bekerja, dimungkinkan anaknya akan bertindak di luar batas.
Seperti halnya akan melakukan perbuatan di luar batas kewajaran yang bisa membahayakan dirinya.
Pernah suatu waktu Latifah mencoba tidak mengurung Efendi dan ternyata anak bungsunya itu keluyuran, bahkan sering menghilang dari rumahnya.
Selain itu kata Latifah, anaknya jika dilepas, suka memakan apa saja yang ada di sekitarnya dan bisa membahayakan.
"Pernah sekali Efendi luput dari perhatian kami, dia justru hilang dan baru ditemukan di kuburan belakang rumah," ujar Latifah sembari matanya berkaca-kaca.
Tidak hanya itu, Latifah mengutarakan, anaknya diletakkan di tempat tersebut sejak berusia empat tahun ketika Efendi baru belajar merangkak.