Pembunuh Bayaran Loncat dari Mobil, Ketakutan Targetnya Masih Hidup Tiga Kali Ditusuk
Seorang pembunuh bayaran ketakutan, pengusaha teknologi informasi yang menjadi targetnya tetap hidup meski tiga kali ditusuk.
Penulis: Y Gustaman | Editor: Y Gustaman
"Motif asmara sebagai bumbu saja, yang lebih kuat adalah dia ingin menguasai harta korban," ucap Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susiato saat mengikuti reka ulang kasus pembunuhan berencana yang melibatkan tersangka YL dan Bayu di Polsek Kelapa Gading, Kamis (10/3/2019).
Dalam reka ulang 18 adegan itu, kedua tersangka dihadirkan termasuk diminta memeragakan bagaimana mereka pertama kali merencanakan membunuh VT dengan dua skenario.
YL Ingin Bunuh Suami Lantaran Sakit Hati
Adegan pertama, YL mencurahkan perasaannya saat tahu suaminya VT berselingkuh.
Bayu yang selama ini menampung keluh kesah selingkuhannya lalu bertanya.
"Bagaimana hubungan kamu dengan suamimu?" tanya Bayu kepada YL yang duduk di sampingnya.
"Kelihatannya baik-baik saja, tapi kenyataannya tidak seperti itu. Di rumah juga sudah tidak harmonis lagi," jawab YL.
Mereka mengobrol di depan sebuah televisi yang sedang menayangkan sebuah kasus pembunuhan.
Spontan, Bayu mengusulkan ide gila kepada YL agar menggunakan sianida untuk membunuh VT.
"Apa mau coba cari racun sianida?" tanya Bayu.
"Dari mana? Emang gampang dapat sianida?" YL kembali bertanya dengan nada datar.
"Saya coba cari," Bayu menimpali kemudian.
"Nanti kalau ketahuan bagaimana?" ucap YL.
"Gampang, itu pikir belakangan," Bayu mencoba meyakinkan YL yang bimbang apa masih serius untuk membunuh suaminya itu.
Akhirnya skenario pertama disepakati YL dan Bayu, yakni membunuh VT menggunakan sianida.