Pembunuh Bayaran Loncat dari Mobil, Ketakutan Targetnya Masih Hidup Tiga Kali Ditusuk
Seorang pembunuh bayaran ketakutan, pengusaha teknologi informasi yang menjadi targetnya tetap hidup meski tiga kali ditusuk.
Penulis: Y Gustaman | Editor: Y Gustaman
Setelah obrolan itu, di lain kesempatan, Bayu menelepon YL dan meminta uang 3 ribu dollar Singapura atau sekitar Rp 30 juta untuk membeli sianida.
Akhirnya pada 7 Juni 2019, YL mengambil kartu ATM dari tas suaminya dan menyerahkannya ke Bayu berikut nomor sandinya.
Setelah itu Bayu ke Singapura dan mengambil uang di sana melalui mesin ATM. Ia menarik uang sebesar 3000 dollar Singapura.
Menurut Kapolres, penjelasan Bayu hanya untuk mengelabui agar mendapatkan banyak uang dari YL.
"Itu hanya pengakuan saudara BHS kepada YL agar diberikan uang yang lebih untuk membeli barang tersebut," jelas Budhi.
Toh, sianida untuk meracuni VT dibeli Bayu melalui toko online pada 16 Juni 2019 seharga Rp 240 ribu.
Sisa uang 3000 dollar Singapura dipakai Bayu untuk foya-foya.
Sianida yang sudah dibeli ditumbuk kedua pelaku lalu dimasukkan ke dalam botol air minuman dan jamu antimasuk angin.
Agar tak menimbulkan kecurigaan, kedua pelaku memasukkan sianida menggunakan jarum suntik.
Sehingga pada saat diminum, suami YL bisa meninggal seketika.
Tapi, YL tak cukup berani mengeksekusi skenario ini, padahal sianida sudah diracik sedemikian rupa bersama Bayu.
Skenario pertama gagal total.
"Intinya nggak berani pakai yang tadi. Kan kalo pakai sianida tersebut harus beliau yang melakukan."
"Entah di rumah atau di mana, saat bersama korban. Awalnya berani, terus ternyata mundur," ucap Bayu.
Memakai Skenario Aulia Kesuma