Terungkap Alasan Mahasiswa Papua se-Jabodetabek Gagal Deklarasi Damai di Anjungan Papua TMII
Gabungan mahasiswa Papua se-Jabodetabek gagal deklarasi di dalam Anjungan Provinsi Papua, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina
TRIBUNJAKARTA.COM, TAMAN MINI - Gabungan mahasiswa Papua se-Jabodetabek gagal deklarasi di dalam Anjungan Provinsi Papua, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.
Pada Jumat (4/10/2019), gabungan mahasiswa Papua se-Jabodetabek menggelar deklarasi perdamaian dan persaudaraan yang bertemakan bumi Cendrawasih simbol perdamaian dan persaudaraan.
Sesuai dengan jadwal, belasan orang Ikatan Mahasiswa se-Papua (IMASEPA), Himpunan Mahasiswa Kaimana (HIMAKA) dan Himpunan Mahasiswa Manokwari (HIMAWARI) melakukan deklarasi ini sekira pukul 15.00 WIB di area anjungan Papua.
Namun, hingga sejam berlalu, deklarasi ini tak kunjung dimulai.
Bahkan satu diantara petugas di anjungan tersebut mengatakan deklarasi ini tak berizin.
"Enggak ada laporan terkait hal itu ke kita. Mereka tidak memiliki izin dan acaranya pun tidak jelas," ujar satu diantara petugas anjungan Papua yang enggan disebutkan namanya di lokasi, Jumat (4/10/2019).
Menanggapi hal itu, pengurus IMASEPA, Mudin Lalobo membantah terkait keterangan yang memiliki izin.
Melalui pihak panitia, ia menjelaskan sudah berkirim surat ke anjungan dan sempat disetujui.
"Cuma memang dari pihak sini (anjungan Papua) tidak mengizinkan sama sekali. Sebenarnya sudah bersurat dari jauh-jauh hari. Tapi entah kenapa pas tadi berubah lagi. Karena kita ini mahasiswa makanya mereka takut. Tadi juga disangkanya kita ingin diskusi. Kita hanya datang ke sini untuk menyampaikan sikap pernyataan kita sebagai mahasiswa," jelasnya di lokasi.
Lanjut, ia sempat menjelaskan bahwa sudah menghubungi staf dan mengatakam akan melakukam deklarasi berupa pengambilan foto dan video dan sempat disetujui.
Namun, ketika berada di lokasi justru ditolak dan terus diawasi meskipun hanya mengambil foto dibeberapa spot di dalam anjungan Papua.
"Tapi sayangnya dari pihak sini seperti itu. Bahkan tadi kita foto-foto dipantau terus. Bersurat ada teman-teman panitia dari awal katanya ok. Saya hubungi staf dari sini bisa. Katanya nanti boleh pukul 15.00 WIB jalani acaranya. Maksudnya kita foto, video dan pernyataan sikap bukan diskusi," tandasnya.
Akibat hal tersebut, deklarasi diadakan di depan pintu masuk anjungan Provinsi Papua.
Belasan Mahasiswa Papua se-Jabodetabek Gelar Deklarasi Perdamaian dan Persaudaraan
