Breaking News:

Tak Hanya Sendiri, Kepala BPS Tangsel Sebut Ada 20 Pejabat BPS Lain yang Diretas Ponselnya

Peretas mengirimkan pesan ke orang-orang yang ada di kontak ponsel Widianto, dari mulai pejabat hingga wartawan untuk meminta uang jutaan rupiah

ISTIMEWA
Tangkapan gambar percakapan permintaan uang yang mengatasnamakan diri sebagai Kepala BPS Tangsel, Ahmad Widianto. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Badan Pusat Statistik (BPS) seperti sedang mendapat serangan retasan dari sesaorang yang memanfaatkannya untuk penipuan.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, Kepala BPS Tangerang Selatan (Tangsel), Ahmad Widianto, diretas kontak ponselnya.

Lantas si peretas mengirimkan pesan ke orang-orang yang ada di kontak ponsel Widianto, dari mulai pejabat hingga wartawan untuk meminta uang jutaan rupiah atas nama Widianto.

Menantu Curhat Sayang Mertua: Dikenal Wanita Tangguh dan Impian Mulianya Tak Kesampaian

Ponsel Kepala BPS Tangsel Diretas, Lewat Pesan Singkat Pelaku Tipu Korban Minta Uang Jutaan Rupiah

Namun Widianto mengatakan, bukan hanya dirinya yang diretas. Di kantor BPS Tangsel, ada empat petugas BPS lain yang diretas dan digunakan untuk menipu juga.

"Kebetulan dua hari ini banyak laporan teman-teman BPS pada di-hack dengan nama dan nomor yang sama. Ada empat orang," ujar Widianto.

Tak hanya itu, Widianto bahkan mengatakan, di kantor BPS pusat, ada 20 petugas BPS yang juga diretas.

"Sabtu kemarin banyak yang kena seperti kejadian saya, di BPS pusat juga banyak, ada 20 orang teman saya yang kena," ujarnya, saat dihubungi, Senin (7/10/2019).

Widianto mengatakan, ia merasa diretas ketika tidak bisa membuka messanger Facebook-nya.

"Messanger Facebook saya juga sudah saya protek ulang lagi passwordnya, karena sebelumnya pada hari Sabtu saat di-hack itu saya buka messanger Facebook tidak bisa, hari Minggu baru bisa saya buka dan saya perbaiki passwordnya," ujarnya.

Untungnya, sampai saat ini belum ada yang tertipu dan mengirimkan uang jutaan rupiah kepada si peretas.

"Memang korban secara materil belom ada informasi, kalau yang lewat messanger ada yang nanya nomor telepon dan dikasih nanti pelaku itu mengirim sms buat si pelaku untuk menyeting WhatsApp. Kemarin ada yang lapor ke saya WA-nya enggak bisa dipakai setelah pelaku mengirimkan sms untuk verifikasi nomor nah saya suruh lapor ke operator untuk block nomornya," ujarnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved