Sebulan Perluasan Ganjil Genap, Pemprov DKI Jakarta Klaim Penumpang Transjakarta Meningkat 12 Persen

Sebulan pascapenerapan perluasan ganjil genap, Pemprov DKI Jakarta mengklaim terjadi peningkatan jumlah penumpang transjakarta mencapai 12 persen.

Sebulan Perluasan Ganjil Genap, Pemprov DKI Jakarta Klaim Penumpang Transjakarta Meningkat 12 Persen
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Penindakan ganjil-genap di Jalan Gunung Sahari, Pademangan, Jakarta Utara, Selasa (10/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Sebulan pascapenerapan perluasan ganjil genap, Pemprov DKI Jakarta mengklaim terjadi peningkatan jumlah penumpang transjakarta mencapai 12 persen.

"Jadi selama sebulan kemarin untuk peningkatakan jumlah penumpang angkutan umum 12 persen untuk transjakarta," ucap Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, Selasa (8/10/2019).

Guna mengakomodasi penambahan jumlah penumpang transjakarta, Syafrin pun menyebut, pihaknya akan melakukan penambahan bus.

"Dalam waktu dekat ada penambahan 59 armada. Ini masih on progress, masih proses," ujarnya saat dikonfirmasi.

"Kemudian, beberapa proses yang terintegrasi juga akan ditambah," tambahnya menjelaskan.

Penjudi Nekad Lompat dari Lantai 29 Apartemen Robinson Saat Coba Kabur Ketika Polisi Menggerebek

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemprov DKI juga mengklaim perluasan kebijakan ganjil genap ini mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di Jakarta.

"Volume lalu lintas ada penurunan 29,58 persen, hampir 30 persen dibanding sebelum (perluasan ganjil genap) diterapkan," ucap Syafrin.

Tak hanya itu, ia pun menyebut, kecepatan rata-rata kendaraan juga meningkat menjadi 28,5 km/jam.

"Kecepatan kendaraan bertambah dari rata-rata 25 km/jam menjadi 28,5 km/jam," ujarnya saat dikonfirmasi.

"Untuk ukuran jumlah traffic, itu ini luar biasa ya," tambahnya menjelaskan.

Polisi Periksa Tiga Orang Saksi Kasus Perampokan di Steam Mobil Bekasi

Dishub DKI juga mengklaim terjadi perbaikan kualitas udara di Jakarta setelah perluasan ganjil genap resmi diterapkan pada 9 September 2019 lalu.

Hal ini dapat dilihat dari penurunan konsentrasi partikulat molekular berukuran 2,5 mikrometer (PM 2,5) di sejumlah lokasi di Jakarta.

"Untuk PM 2,5 terjadi penurunan yang signifikan. Contohnya di Kalapa Gading rata-rata 22 persen," kata Syafrin. (*)

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved