Pilkada Kota Tangsel

Polres Tangsel Ajukan Dana Pengamanan Pilkada Sebesar Rp 7 Miliar Lebih, Ini Porsi Terbesarnya

"Masih ada beberapa indeks yang harus kita sesuaikan, artinya masih ada rapat susulan. Kalau enggak salah kita ajukan 7 miliar," ujar Kapolres

Polres Tangsel Ajukan Dana Pengamanan Pilkada Sebesar Rp 7 Miliar Lebih, Ini Porsi Terbesarnya
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan, didampingi Wakapolres Tangsel, Kompol Arman di Mapolres Tangsel, Serpong, Jumat (9/8/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Polres Tangerang Selatan (Tangsel) mengajukan dana pengamanan Pilkada 2020 mendatang sebesar Rp 7 miliar lebih kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

Seperti diketahui dana tersebut dimintakan melalui mekanisme naskah perjanjian hibah daerah (NPHD).

Ditinggal Nur Asia Uno, Gerindra Punya Tiga Opsi Usung Jagoan di Pilkada Tangsel 2020

"Masih ada beberapa indeks yang harus kita sesuaikan, artinya masih ada rapat susulan. Kalau enggak salah kita ajukan 7 miliar," ujar Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan, di Mapolres Tangsel, Jalan Promoter, Serpong, Kamis (10/10/2019).

Ferdy memaparkan, pengamanan yang paling memakan biaya adalah pada tahapan kampanye sampai pencoblosan.

"Pengeluaran terbesar itu ya kegiatan pengamanan masa kampanye sampai dengan masa pencoblosan," ujarnya.

Utamanya adalah saat pemungutan suara. Pihak kepolisian harus memberikan pengawalan melekat di setiap TPS pada hari terpenting dari rangkaian pesta demokrasi itu.

Di Tangsel sendiri, ada 3.781 TPS saat Pemilu 2019 lalu.

"Karena kita harus mengamankan seluruh TPS yang ada di kota Tangerang Selatan. Dan pengawalan kotak suara sampai ke KPU. Itu yang mengeluarkan biaya yang cukup besar," paparnya.

Selain itu, pada situasi tertentu, aparat yang bertugas juga dikawal dengan pasukan cadangan.

"Termasuk biaya pengamanan pasukannya apa bila ada situasi kontingensi, ada pasukan cadangan kita," jelasnya.

Polres juga dipastikan akan meminta bantuan pasukan dari Polda Metro Jaya saat tahapan kampanye dimulai.

Di luar kegiatan Pilkada, pada momen itu, yang tak kalah penting adalah pengamanan objek vital.

"Objek vital di Tangerang Selatan ada beberapa, contohnya seperti di Puspiptek, kemudian di pembangkit listrik PLN, kemudian sentra ekonomi ya. Ada pasukan yang dicadangkan untuk mengamankan tempat-tempat seperti itu, tapi memang porsi terbesarnya mengamankan pemungutan suara itu di masing-masing TPS," jelasnya.

Get Outlook for Android

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved