Emil Salim Dimaki-maki di Mata Najwa, Sudjiwo Tedjo: Permintaan Maaf Arteria Dahlan Tak Level Lagi

Politikus PDI Perjuangan Arteria Dahlan memaki dan menunjuk-nunjuk dengan kasar Ahli ekonomi Prof Emil Salim.

YouTube Trans Tv Official
Politikus PDI Perjuangan Arteria Dahlan memaki dan menunjuk-nunjuk dengan kasar Ahli ekonomi Prof Emil Salim. 

"Mbak Mega sebaiknya minta maaf kepada Bapak Emil Salim atas perlakuan kasar anggotanya terhadap sesepuh kita bersama itu," tulis Sudjiwo Tedjo.

Ia menjelaskan walaupun orangtua salah, tak sepatutnya yang lebih muda bersikap kasar layaknya Arteria Dahlan.

"Bahkan bila salah pun, orangtua tak boleh dikasari.

Pemred Tempo Bahas Sampul Jokowi Pinokio, Ali Ngabalin Tetiba Murka: Cederai Nama Besar Presiden!

Begitu adab kita mengajar," tulis Sudjiwo Tedjo.

Sudjiwo Tedjo menilai permintaan maaf Arteria Dahlan secara pribadi terhadap Prof Emil Salim sudah tak berarti lagi.

"Permintaan maaf langsung dari yg bersangkutan, sudah tidak level lagi, Mbak," tulis Sudjiwo Tedjo.

Beragam kritikan terhadap Arteria Dahlan mengalir dengan sangat deras.
Beragam kritikan terhadap Arteria Dahlan mengalir dengan sangat deras. (Twitter Sudjiwo Tedjo)

Arteria Dahlan Sebut Prof Emil Salim Bisa Jadi Menteri Karena DPR RI

Perdebatan Arteria Dahlan dengan Prof Emil Salim tak cuma soal Perppu KPK.

Prof Emil Salim mempertanyakan cara Arteria Dahlan dapat terpilih sebagai anggota DPR RI.

"Jadi yang jadi soal Bung. Ada credibility gap, Bung yang dipilih, yang menjadi persoalan itu apa cara memilih itu bebas dari korupsi," kata Prof Emil Salim.

"Iya lah," ujar Arteria Dahlan.

Saat Prof Emil Salim berniat melanjutkan pernyataannya, Arteria Dahlan langsung memotong

"Ada buku Bung...," ujar Emil.

"Jangan...Prof nanya saya bebas korupsi atau tidak, saya yakin. Jangan digeneralisir, Anda bisa jadi menteri karena proses politik di DPR, Pak jangan salah," ujar Arteria Dahlan.

Saat mengatakan hal tersebut, pria berusia 44 tahun itu menunjuk Prof Emil Salim.

"Kasih contoh, Pak ke generasi muda kita, bernegara dengan baik, beradab dengan baik dan beretika dengan baik," sambung Prof Emil Salim.

Prof Emil Salim lalu melanjutkan pernyataannya soal demokrasi.

Lagi-lagi Arteria Dahlan memotongnya.

Pria 89 tahun itu meninggikan suaranya sambil membantingkan tangannya ke bawah.

Ia meminta Arteria Dahlan diam.

"Persoalan adalah bahwa demokrasi kita ada laporan bahwa ada buku namanya demo," ujar Emil.

"Tapi jangan digeneralisir," sela Arteria Dahnlan.

"Dengar dulu," tegas Prof Emil Salim.

Prof Emil Salim lalu menyinggung soal demokrasi dan pemilihan di Indonesia.

Arteria Dahlan sempat menyela pernyataan Prof Emil Salim namun pembawa acara Najwa Shihab menghentikan segmen tersebut.

"...Seluruh yang terjadi penangkapan dari KPK adalah politisi yang dipilih jadi persoalannya adalah pemilihan kita, yang kita jalankan belum tentu kredibel, itu menjadi persoalan, jadi bung bangga saya dipilih, tapi apa betul dipilih secara betul, berapa ongkos yang dikeluarkan, dari mana..." ujar Prof Emil Salim.

SIMAK VIDEONYA:

Penulis: Rr Dewi Kartika H
Editor: Rr Dewi Kartika H
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved