Jika Tak Mau Gerindra Ditinggal Pemilih, Prabowo Diminta Konsisten di Luar Pemerintah

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia menilai Partai Gerindra lebih baik konsisten sebagai oposisi pemerintah.

Jika Tak Mau Gerindra Ditinggal Pemilih, Prabowo Diminta Konsisten di Luar Pemerintah
Warta Kota/adhy kelana/kla
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto melambaikan tangan sesaat sebelum memasuki pesawat terbang yang akan bertolak menuju Malaysia di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (16/11). Prabowo berencana hadir dan mendampingi seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Nusa Tenggara Timur, Wilfrida Soik menjalani persidangan di Malaysia yang terancam hukuman mati lantaran diduga membunuh majikannya. (Warta Kota/adhy kelana/kla) 

TRIBUNJAKARTA.COM - Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto disebut tak elok jika bergabung dengan koalisi Joko Widodo.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia menilai Partai Gerindra lebih baik konsisten sebagai oposisi pemerintah.

Menurutnya, apabila Prabowo bergabung dengan Joko Widodo, bukan mustahil Gerindra ditinggal pemilihnya.

"Prabowo tidak sadari, 68 juta pemilih setidaknya berharap Prabowo menjadi presiden, atau sekurang-kurangnya sebanyak itu tidak menyukai Jokowi. Jika hari ini kemudian Prabowo menjual kepercayaan publik dengan kursi kahinet, maka Gerindra terancam ditinggal pemilih," kata Dedi kepada wartawan di Jakarta, Jumat (11/10/2019).

Dedi menyebutkan, Jokowi akan mendapat keuntungan jika Prabowo bergabung.

Namun, jika Partai Gerindra bergabung dengab pemerintah akan memperlemah fungsi check and balance.

"Ini penanda kurang baik bagi demokrasi kita, pemerintah yang terlalu dominan akan melahirkan tirani," katanya.

Dedi hanya berharap Jokowi dan Prabowo menjaga etika politik untuk menghasilkan pemerintahan yang berimbang, pengawasan proporsional, dan kekuasaan tidak dominan hanya satu sisi.

Kondisi saat ini, sebenarnya sudah sangat berpihak pada pemerintah.

Hal ini tercermin dari parlemen yang dikuasai mitra koalisi pemerintah.

"Prabowo harus tetap konsisten sebagai oposisi, dalam kondisi apa pun, setidaknya keberadaannya bisa memgimbangi dominasi kubu pemenang," kata Dedi.

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved