Baru 8 Bulan Jadi Bupati Indramayu, Begini Nasib Supendi yang Terciduk OTT KPK Bersama Staf PUPR
Supendi terciduk OTT KPK setelah sekitar 8 bulan menjabat sebagai Bupati Indramayu menggantikan Anna Sophana yang mengundurkan diri.
Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Siti Nawiroh
TRIBUNJAKARTA.COM - Bupati Indramayu Supendi terciduk dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa dini hari tadi (15/10/2019).
Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunJakarta.com, Bupati Indramayu Supendi itu ditangkap bersama empat orang lainnya sekitar pukul 03.00 WIB.
Empat orang lainnya yang diamankan yakni Ajudan Bupati Indramayu Haidar, Sopir Bupati, Staf Dinas PUPR berinisial F, dan seorang pengusaha bernama Carsa.
TONTON JUGA:
Mereka ditangkap di dua tempat berbeda, yakni rumah bupati di Kecamatan Bongas dam rumah milik Staf Dinas PUPR di Perumahan Margalaksana Indah 2 Kelurahan Margadadi.
Selain itu, KPK juga melakukan penggeledahan di Pendopo Indramayu dan Kantor PUPR Indramayu.
Supendi terciduk OTT KPK setelah sekitar 8 bulan menjabat sebagai Bupati Indramayu menggantikan Anna Sophana yang mengundurkan diri.
• Mengenal Diah Erwiany Istri KSAD Andika Perkasa, Bukan Orang Sembarangan & Terkuak Watak Sebenarnya
Supendi saat itu dilantik menjadi Bupati Indramayu untuk masa jabatan 2016-2021 pada, Kamis (7/2/2019).
Ia saat itu dilantik oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Sate Jalan Diponegoro No 22 Bandung.
Setelah mengamankan kelima orang tersebut, petugas KPK langsung melakukan penggeledahan di Kantor Dinas PUPR serta Pendapa Kabupaten Indramayu.
• Sekilas Sosok Irma Zulkifili Nasution Istri Dandim Kendari yang Nyiyir di Medsos, Primadona saat SMA

Belum diketahui secara pasti alasan Bupati dan empat orang lainnya ditangkap KPK.
Pihak KPK pun belum mengeluarkan keterangan secara resmi terkait penangkapan tersebut.
Lantas bagaimana nasib terkini Bupati Indramayu bersama keempat orang lainnya?
• Kuliah Umumnya Dibatalkan UGM, Ustaz Abdul Somad Bereaksi: Saya Bukan Artis yang Dikejar Target
Informasi yang beredar kelima orang itu telah dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Kuningan, Jakarta Selatan untuk menjalani penyelidikan lebih lanjut.