Warga Cipayung Dilatih Membuat Kue Basah dan Masakan, Diharapkan Lahirkan Pengusaha Mikro Baru
Menurutnya, melalui pembuatan kue seperti brownies kukus, brownies pisang, bolu kukus dan puding mata sapi ini para peserta akan mendapat keuntungan.
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina
TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Warga diajarkan pembuatan kue basah dan masakan yang sedang trand di Pelatihan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) Bagi Keluarga Miskin Kota Administrasi Jakarta Timur Tahun 2019, Selasa (15/10/2019).
Pelatihan UEP kembali digelar dan diikuti sebanyak 117 peserta dari 5 kecamatan, yakni Cipayung, Makasar, Ciracas, Kramat Jati, Pasar Rebo dan bertempat di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2, Cipayung, Jakarta Timur.
Pada pelatihan kali ini, para peserta akan mengikuti pelatihan selama 3 hari, mulai Selasa (15/10/2019) hingga Kamis (17/10/2019).
Satu diantara perwakilan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Taruna Eka Bakti Sejahtera, Haptrijo Sabdo selaku narasumber mengatakan pada hari pertama dan kedua, peserta akan membuat kue basah dan hari terakhir akan membuat masakan berbahan dasar ayam, yakni ayam geprek dan ayam mentega.
"Secara teknis bagamaina caranya mereka mendapatkan uang. Kita berikan kue yang keseharian jajanan pasar, yakni kue basah. Karena kalau kue kering hanya setahun dua kali yakni Natal dan Lebaran kan," ucapnya di lokasi, Selasa (15/10/2019).
Secara estimasi budget, pembuatan kue basah juga tergolong relatif terjangkau.
Menurutnya, melalui pembuatan kue seperti brownies kukus, brownies pisang, bolu kukus dan puding mata sapi ini para peserta akan mendapat keuntungan yang lumayan.
"Sehingga estimasi satu resep ini dengan biaya Rp 20 ribu. Tapi jadinya 20-45 kue. Kemudian dijual dengan harga Rp 2 ribu. Di situ mereka punya provit. Jadi managementnya juga kita ajari," sambungnya.
Melalui kegiatan pelatihan ini, ia pun berharap akan melahirkan pengusaha baru. Sehingga tak lagi hanya mengurus rumah tangga, tapi para Ibu Rumah Tangga bisa menghasilkan produk makanan yang bisa dititipkan di warung