SMK di Depok Dirusak Massa, Diduga Balas Dendam Aksi Tawuran Tewaskan Seorang Pelajar
Polisi masih terus mendalami kasus penyerangan sebuah sekolah menengah kejuruan (SMK) di kawasan Pitara, Cipayung, Pancoran Mas, Kota Depok.
Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
"Subuh sekira pukul 05.00 WIB saya lagi ngaji, tiba-tiba banyak orang datang bawa batu, balok kayu, teriak-teriak mau nyerang sekolah itu," ujar Nur pada TribunJakarta.com di lokasi kejadian, Rabu (16/10/2019).
Lanjut Nur, segerombolan orang tak dikenal tersebut juga berteriak mengumpat sambil melakukan pengrusakan
"Yang saya dengar mereka langsung mengumpat teriak-teriak, terus terdengar suara pecahan kaca," kata Nur.
Sesekali, Nur mendengar suara teriakan yang menyerukan agar membakar sekolah tersebut.
"Bakar-bakar, teman gua meninggal gara-gara lu, bakar aja sekolahannya," ujar Nur mengulangi perkataan segerombol orang yang melakukan perusakan.
Saat ini, petugas telah memasang garis polisi dibagian depan ruang kelas yang mengalami kerusakan.
Sementara itu, kasusnya ditangani oleh Polresta Depok dan tengah dalam tahap penyelidikan.
SMK di Depok Diserang, Saksi: Ada 50 Orang Kurang Lebih

Penyerangan terhadap sebuah sekolah menengah kejuruan (SMK) di kawasan Pitara, Cipayung, Kota Depok, terjadi dini hari tadi.
Kapolsek Pancoran Mas Kompol Trihariadi mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 05.00 WIB.
"Kejadiannya subuh tadi sekira pukul 05.00 WIB," Trihariadi di sekolah tersebut, Rabu (16/10/2019).
Sementara itu, Nur pemilik warung yang tepat berada disamping gerbang masuk sekolah tersebut mengatakan, penyerangan tersebjut terjadi ketika dirinya tengah mengaji.
Nur menjelaskan, sekiranya ada 50 orang yang datang ke sekolah tersebut dan langsung membabi buta melakukan pengrusakan.
"Ada mungkin 50 orang kurang lebih, ramai banget dan gelap kondisinya. Saya sampai takut keluar gemetar," kata Nur pada TribunJakarta.com.
Lanjut Nur, gerombolan orang yang melakukan pengerusakan tersebut datang dari arah Pancoran Mas.