Gelar Diskusi dan Panggung Seni, UIN Jakarta Masih Bergerak, Tapi Santuy

Namun para agen perubahan itu tidak diam, dari mulai evaluasi pergerakan sampai menata strategi baru sedang dilakukan.

Gelar Diskusi dan Panggung Seni, UIN Jakarta Masih Bergerak, Tapi Santuy
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Acara diskusi dan panggung bebas bertajuk "Tangsel Memanggil, Mendesak tapi Santuy" di UIN Jakarta, Ciputat, Tangsel, Rabu (16/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Aksi beruntun mahasiswa di gedung wakil rakyat DPR MPR mendingin.

Mahasiswa pulang dari jalan dan kembali ke kampus.

Namun para agen perubahan itu tidak diam, dari mulai evaluasi pergerakan sampai menata strategi baru sedang dilakukan.

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, memiliki caranya sendiri untuk tetap menyalakan api perjuangan.

Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Jakarta mengadakan diskusi, doa bersama, sekaligus panggung musik.

Ketua Dema UIN Jakarta, Sultan Rivandi, mengatakan, acara bertajuk "Tangsel Memanggil, Mendesak tapi Santuy" itu merupakan upaya memanfaatkan tensi dingin untuk mengendurkan otot perjuangan tanpa menghilangkan substansi.

"Karena mengingat ritme yang mencoba dimainkan oleh beberapa kampus dan kalangan mahasiswa, kini coba di cooling down dulu, membuat kajian naskah akademik di masing-masing kampus dan saya berinisiatif untuk kiranya selain berdiskusi harusnya ada nih sentuhan seni, sentuhan agak sedikit santai tapi tidak keluar dari substansi," ujar Sultan di lokasi acara, Kampus 1 UIN Jakarta, Ciputat, Rabu (16/10/2019).

Novelis kenamaan Eka Kurniawan, musisi Ardian Yunan sampai Efek Rumah Kaca, bergantian menghangatkan panggung bebas itu bergantian.

Sultan mengatakan, acara yang dihadiri ratusan mahasiswa dan masyarakat umum itu juga hasil sumbangan pikiran para alumni UIN Jakarta yang sudah bergiat di komunitas diskusi sampai komisi tertentu.

"Akhirnya terbentuklah acara ini dengan maksud menjaga nafas perjuangan agar tetap konsisten," ujarnya.

Dari pukul 16.00 WIB, sampai sekira pukul 22.30 WIB, mahasiswa yang datang semakin ramai dengan nafas yang sama mengusung jargon #reformasidikorupsi.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved