Demo di Jakarta

Tidak Akan Berhenti Gelar Aksi, Ketua Dema UIN Jakarta: Bukan untuk Menggagalkan Pelantikan

Ribuan mahasiswa turun ke jalan tidak perduli akhirnya akan ricuh dan berujung luka hingga penahanan.

Tidak Akan Berhenti Gelar Aksi, Ketua Dema UIN Jakarta: Bukan untuk Menggagalkan Pelantikan
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Ribuan mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat, Tangsel, Selasa (24/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Pergerakan mahasiswa tidak akan berhenti sampai kapanpun.

Hal itu yang ingin dikatakan Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Jakarta, Sultan Rivandi, terkait situasi perjuangan mahasiswa.

Seperti diketahui, para mahasiswa yang turun ke jalan sejak 23 September 2019 lalu memiliki 7 tuntutan yang disuarakan, dari mulai penolakan terhadap berbagai RUU sampai perkara karhutla hingga kekerasan di Papua.

Sebut Penggembosan Gerakan Mahasiswa, Ketua Dema UIN Jakarta Mengaku Diancam Sampai Ditawari Uang

Rangkaian aksi pun terus berlanjut hingga beberapa hari.

Ribuan mahasiswa turun ke jalan tidak perduli akhirnya akan ricuh dan berujung luka hingga penahanan.

Mereka satu visi menyuarakan tuntutan meski dengan cara kreatif yang variatif.

Pergerakan mahasiswa pun mendapat cobaan. Jelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada Minggu (20/10/2019) mendatang, mahasiswa dituding akan aksi demi menggagalkan pelantikan itu.

"Gerakan enggak pernah berhenti, tidak bisa dilarang menurut saya. Karena siapa pun punya kesadaran kolektif sendiri, bahkan sampai hari Jumat saya enggak tahu mungkin masih akan ada yang coba untuk turun ke DPR atau Istana," ujar Sultan di kampus 1 UIN Jakarta, Kamis (17/10/2019).

Seperti diketahui, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Gatot Eddy Pramono, audah menyatakan tidak akan memberikan izin aksi mulai Selasa (15/10/2019) sampai hari H pelantikan.

Sultan menegaskan, kalaupun mahasiswa turun ke jalan pada hari ini untuk ikut Kamisan (17/10/2019) ataupun hari-hari berikutnya sampai saat pelantikan, itu bukan untuk menggagalkan pelantikan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin itu.

"Karena itu tadi kesadaran kolektif terbentuk sangat amat cair, sangat amat sistematis, di kepala masing-masing mahasiswa sehingga tidak ada yang bisa melarangnya, justru saya menyayangkan kalau misalkan narasinya demonstrasi dilarang," ujarnya.

UIN Jakarta sendiri masih menimbang dan menakar kemungkinan turun aksi sampai beberapa hari ke depan.

"Kita akan mencoba menyepakati bersama kawan-kawan kampus lain, mungkin ada mahasiswa UIN Jakarta yang akan turun, entah di Kamisan kah, entah hari Jumat kah cuma yang jelas untuk turun menggagalkan pelantikan tidak ada, tidak ada maksud dan tujuan mita menggagalkan pelantikan," tegasnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved