Menkopolhukam Wiranto Diserang
Ulama Minta Tragedi Penusukan Wiranto di Banten Tidak Timbulkan Perpecahan Umat Beragama
Para alim ulama di Kabupaten Tangerang imbau tragedi penusukan Wiranto di Banten tidak memecah persatuan umat beragama.
Penulis: Ega Alfreda | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda
TRIBUNJAKARTA.COM, TIGARAKSA - Para alim ulama di Kabupaten Tangerang imbau tragedi penusukan Wiranto di Banten tidak memecah persatuan umat beragama.
Sebab, di Kabupaten Tangerang sendiri berdekatan dengan lokasi penusukan Wiranto dan terdapat banyak umat beragama di dalamnya.
Ketua MUI Provinsi Banten Romly mengatakan umat beragama jangan sampai terprovokasi berita-berita hoaks soal penusukan Wiranto.
"Silaturahmi di antara kita terus kita jalin, dan menjelang pelantikan presiden RI mari kita jaga keamanan dan ketertiban negeri ini jangan murah terprovokasi," ujar Romly di masjid Agung Al-Amjad, Kabupaten Tangerang, Kamis (17/10/2019).
Dikesempatan yang sama, Wakil Bupati Tangerang, Mad Romli mengatakan pengajian ulama dan umaro di Provinsi Banten yang ia hadiri mengusung l tema Penguatan Peran Ulama dan Umaro dalam Pembinaan Umat.
"Kegiatan ini merupakan upaya kita semua untuk menambah kualitas diri kita sebagai umat akan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan serta meningkatkan pengetahuan kita tentang agama dapat tercapai dengan baik," ungkap Mad Romli.
Karena, lanjutnya, dalam konteks kehidupan sosial yang seperti sekarang ini, kerukunan sosial, kerukunan antar suku bangsa, dan kerukunan antar umat beragama harus ditumbuhkembangkan.
Serta dijaga, dipelihara secara baik, sehingga kita dapat meminimalisir kemungkinan munculnya konflik dan pergesekan antar komunitas di sekitar kita.
"Kerukunan merupakan kunci keberhasilan di berbagai aspek pembangunan, dalam kata lain kerukunan menjadi faktor penting dalam mewujudkan kehidupan yang damai, aman, dan nyaman," tutup Mad Romli.
Dapat Penanganan Khusus, Anak Pelaku Penusuk Wiranto Dirawat di Rumah Aman
Anak terduga teroris yang menusuk Menkopolhukam Wiranto pada Kamis (10/10/2019) kini dirawat di rumah aman milik Kementerian Sosial.
Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Edi Suharto mengatakan bocah malang berinisial R (12) berada di rumah aman guna memastikan tak terpapar terorisme.
"Sekarang yang anak penusukan ada di sini. Kami akan rehabilitasi, kami khawatir terpapar dengan paham radikalisme," kata Edi di Jakarta Timur, Rabu (16/10/2019).
Untuk tahap awal, R terpaksa dipisahkan dari teman sebayanya hingga nanti dipastikan tak terpapar paham radikal sebagaimana orang tuanya.
Meski mendapat penanganan khusus selama berada di rumah aman, R dipastikan tetap mendapat hak-haknya sebagai seorang anak.
"Anak itu hanya sebagai korban, bukan pelaku. Kami harus optimis agar mereka kembali memiliki pemahaman tentang NKRI. Untuk terapi di awal, kita pisahkan sampai dia memiliki adaptasi yang bagus," ujarnya.
Edi yakin anak terduga teroris bisa lepas dari paham radikal karena pernah menangani anak terduga teroris bom di Surabaya.
Dari yang sebelumnya tak mau menyanyikan lagu Indonesia Raya dan tak mau bermain dengan teman sebaya karena merasa 'berbeda'.
"Sebelumnya tidak mau menyanyikan Indonesia Raya, tidak mau menyatakan Pancasila dan bahkan tidak mau bermain dengan sebayanya. Sekarang setelah dirawat mereka mau bermain dengan teman-temannya," tuturnya.
Selain R, Edi menyebut pihaknya menangani 12 anak terduga teroris lain yang dirawat hingga nanti dipastikan tak terpapar paham radikal.
Selain berkoordinasi dengan Densus 88 Anti Teror, anak-anak terduga teroris ini dicek perkembangannya oleh pekerja sosial.
"Kami sudah lakukan pendekatan, kita datangkan pekerja sosial. Maksimun kami lakukan assesmen selama enam bulam. Setelah kondisi lingkungan sudah kondusif, kita kembalikan ke lingkungan," kata Edi.
Kondisi terkini Wiranto
Menkopolhukam Wiranto masih menjalani perawatan di RSPAD Gatot Subroto.
Diketahui, Wiranto ditusuk saat tiba di Alun-alun Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, usai menghadiri sebuah acara di Universitas Mathla'ul Anwar.
Wiranto menderita luka di tubuh bagian depan.
Saat kejadian, polisi mengamankan dua pelaku yang terdiri dari satu perempuan dan satu laki-laki.
Keduanya berinisial SA dan FA.
Polisi menyebut, para pelaku terpapar paham radikalisme ISIS.
Sejumlah tokoh menjenguk Wiranto di RSPAD Gatot Subroto dan mengabarkan kondisi terkini Mantan Panglima ABRI tersebut, Senin (14/10/2019)
Berlatih Berjalan
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyebut kondisi Menkopolhukam Wiranto semakin membaik.
Wiranto, kata dia, sedang berlatih untuk berjalan.
"Kondisi beliau sudah membaik berkat doa seluruh masyarakat Indonesia. Beliau (Wiranto) sudah latihan berjalan dan mendapat perawatan yang intens," kata Hasto kepada wartawan, setelah menjenguk Wiranto di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Senin (14/10/2019).
Hasto melanjutkan, apa yang terjadi dengan Wiranto merupakan peringatan besar bagi pemerintahan Indonesia.
Karenanya, lanjut dia, pengamanan terhadap pejabat negara harus lebih diperketat.
"Negara memastikan seluruh keamanan pejabat negara karena melaksanakan tugas jaga keamanan dan stabilitas politik, itu tugas penuh risiko. Tapi kami lihat pak Wiranto sangat kuat," ucapnya.
Hasto pun sempat berkomunikasi dengan Wiranto di ruang ICU RSPAD Gatot Soebroto.
Kata dia, mantan wakil presiden Hamzah Haz juga sempat mendoakan kesembuhan Wiranto secara langsung.
"Pak Hamzah Haz juga doakan kesembuhan beliau dan agar dapat berkumpul sama keluarga," ujarnya.
Posisi Tidur Wiranto Sudah bisa Miring
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengungkapkan kondisi terkini Menkopolhukam Wiranto.
Dia menyebut bahwa Wiranto sudah bisa tidur secara posisi miring.
"Saya lihat sekarang tidurnya bisa miring dan beliau sedang istirahat," kata Enggartiasto, setelah menjenguk Wiranto di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Senin (14/10/2019).
Selanjutnya, dia berjanji akan kembali menjenguk Wiranto.
Enggartiasto menyatakan baru pulang dari Bangkok, Thailand.
Di sana, Enggartiasto menghadiri sidang Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).
"Saya baru tiba dari Bangkok kemarin. Ada perwakilan dari 16 negara dan saya harus sampaikan simpati dan doa dari kolega kita tersebut untuk pak Wiranto," ujarnya.
Enggartiasto belum mengetahui kapan Wiranto dapat pulang ke rumahnya.
"Belum tahu, saya lihat progresnya baik, peralatan bagus, dan dimonitor secara langsung. Tapi semuanya tergantung dokter," ucapnya.
Megawati Titip Doa untuk Wiranto
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyebut Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri belum sempat menjenguk Menkopolhukam Wiranto lantaran masih berada di Bali.
Karenanya, Megawati menitip doa dan meminta Hasto untuk menjenguk Wiranto di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.
"Bu Megawati masih di Bali dan menugaskan mbak Puan Maharani serta saya untuk menengok kondisi bapak Wiranto," ujar Hasto, setelah menjenguk Wiranto di RSPAD Gatot Soebroto, Senin (14/10/2019).
Dia melanjutkan, kondisi Wiranto saat ini semakin membaik.
Kata dia, Wiranto sudah bisa tidur secara posisi miring.
"Karena doa seluruh masyarakat Indonesia, kondisi pak Wiranto semakin membaik," ucapnya.
Selain itu, Hasto juga menanggapi ihwal beberapa orang yang tak percaya Wiranto ditusuk. Pun menyebut insiden tersebut hanya rekayasa.
Kata dia, hanya Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Hanum Rais yang tak percaya Wiranto ditusuk.
"Banyak yang bilang ini rekayasa, habis lihat bagaimana, masyarakat tahu situasionalnya. Hanya Hanum Rais tidak percaya," ucap Hasto.
SBY, AHY, dan Ibas Jenguk Wiranto
Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menjenguk Menkopolhukam Wiranto di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat, Jakarta Pusat, Senin (14/10/2019).
SBY datang bersama kedua putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).
Namun, hanya AHY yang memberikan pernyataan kepada Wartawan.
"Sore hari ini saya bersama bapak SBY dan mas Ibas, kami bertiga menjenguk bapak Wiranto yang sampai dengan hari ini masih berada di ruang CICU," kata AHY, seusai menjenguk Wiranto di RSPAD Gatot Soebroto, Senin (14/10/2019).
Ketiga pentolan Partai Demokrat ini sempat berkomunikasi dengan Wiranto.
Kata AHY, Wiranto sedang dalam pengawasan yang ketat dari tim dokter.
Menurutnya, kondisi Wiranto saat ini masih dalam tahap pemulihan.
Namun, AHY tak mengetahui berapa lama proses pemulihan kondisi Wiranto.
"Saya tidak tahu. Mohon nanti ditanyakan langsung kepada dokter. Karena tentunya dokterlah yang memiliki otoritas menjawab masalah recovery (pemulihan)," ucapnya.
Mewakili keluarga SBY, AHY mendoakan Wiranto beserta keluarganya diberikan kesabaran, ketegaran, dan dapat beraktivitas seperti semula.
"Semoga tetap sabar, tegar, dan mudah-mudahan bisa segera pulih dan bisa beraktifitas seperti sedia kala,"
AHY beserta SBY dan Ibas baru dapat menjenguk Wiranto hari ini lantaran baru sampai dari luar kota.
Namun AHY tak menyebut secara detail ihwal kota apa yang dikunjungi.
Meski begitu, AHY beserta keluarganya selalu mendoakan kesehatan Wiranto.
"Kami mendoakan semoga beliau bisa diberikan kekuatan, bisa kembali pulih seperti sedia kala. Doa kami tentu kepada pak Wiranto, ibu (istrinya) juga, dan keluarga," ujarnya.
AHY menilai apa yang terjadi pada Wiranto merupakan hal yang sangat keji.
Dia sangat mengecam keras tindakan tersangka penusukan Wiranto.
"Karena situasi seperti ini sangat memprihatinkan kita semua. Tentunya apa yang terjadi itu begitu keji, bisa terjadi kepada siapapun," ucapnya.
Dia pun berharap agar insiden tersebut tak terjadi lagi terhadap orang lain.
"Tentunya kita berharap kejadian seperti ini tidak terulang terhadap orang lain, terhadap siapapun di negeri ini," kata AHY.
Bersama Cucunya, Wakil Presiden Jusuf Kalla Kembali Jenguk Wiranto
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menjenguk Menkopolhukam Wiranto di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, pada sekira pukul 17.00 WIB, Senin (14/10/2019).
Jusuf Kalla ditemani oleh cucunya, Safa Kalla.
Safa Kalla terpantau mengenakan kemeja panjang biru, celana panjang abu-abu, dan kacamata.
• Cek Kondisi Air Tanah, Menteri ESDM Tinjau Balai Konservasi Air Tanah di Jakarta Utara
• Penumpang TransJakarta Keluhkan Pelayanan di Shelter Terminal Rambutan, Ini Jawaban Kasatpel
• Efek Rumah Kaca, Konduktor Kritis Penjaga Demokrasi
• Syahrul Gunawan Optimis Lolos Jadi Calon Bupati Bandung: Saya Tidak Ingin Sombong
Jusuf Kalla dan Safa Kalla mendatangi RSPAD Gatot Soebroto menggunakan mobil sedan hitam bernomor polisi RI 2. Pun dikawal oleh sejumlah Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Mereka memasuki area RSPAD Gatot Soebroto melalui gerbang Cerebro Vascular Center yang terdapat di rumah sakit tersebut.
Kemudian, mereka beranjak keluar dari area RSPAD Gatot Soebroto pada sekira pukul 17.15 WIB.
Sayangnya, Jusuf Kalla tak sempat berbicara di hadapan para awak Wartawan di lokasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/wakil-bupati-tangerang-mad-romli-menghadiri-pengajian-ulama.jpg)