Kembali Makan Korban Jiwa, Polisi Imbau Warga Tidak Menjebol Pagar Pembatas Perlintasan KA

Menurut Kapolsek Jagakarsa Kompol Harsono, perlintasan KA itu memang kerap menjadi tempat penyebrangan warga.

Kembali Makan Korban Jiwa, Polisi Imbau Warga Tidak Menjebol Pagar Pembatas Perlintasan KA
TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Jenazah Affan Satrio Kalam di pinggir perlintasan KA di depan Fakultas Hukum Universitas Pancasila, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (18/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Perlintasan kereta api (KA) di depan Fakultas Hukum Universitas Pancasila, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, menjadi saksi bisu tewasnya Affan Satrio Kalam.

Bocah berusia 10 tahun itu tewas tertabrak kereta ketika hendak menyebrang rel.

Menurut Kapolsek Jagakarsa Kompol Harsono, perlintasan KA itu memang kerap menjadi tempat penyebrangan warga.

Warga memilih menyebrang rel karena dianggap lebih cepat.

Apalagi, letak jembatan penyebrangan orang (JPO) tergolong jauh, yaitu sebelum kampus Institut Ilmu Sosial dan Politik (IISIP) dari arah Pasar Minggu.

"Di sini memang nggak ada (JPO). Jadi sangat berbahaya," kata Harsono saat ditemui di lokasi, Jumat (18/10/2019).

Di sepanjang perlintasan KA memang telah dipasang pagar pembatas. Namun, di sejumlah titik, pagar itu dijebol oleh oknum tak bertanggung jawab.

"Tampaknya ada warga yang sengaja merusak pagar. Petugas kaemanan di sini juga sudah capek mengingatkan. Sudah diperbaiki, tapi dirusak lagi," ujar Harsono.

Ia mengatakan, sejauh ini pihak Kepolisian hanya dapat menyampaikan imbauan kepada warga.

Halaman
12
Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved